Sebagai ibu kota negara Jepang, Tokyo dikenal sebagai salah satu daya tarik utama wisata Jepang. Tapi jika bicara tentang wisata budaya tradisional dan sejarah Jepang, rasanya sampai saat ini nggak ada yang bisa mengalahkan pesona Kyoto.

Kyoto. Kota yang terletak di wilayah Kansai ini memang tak sebesar Tokyo. Bahkan jika dilihat dari jumlah populasi, Kyoto ini ‘hanya’ menempati peringkat 6 atau 7 dari seluruh kota di Jepang, sementara Tokyo (yang sejatinya merupakan nama kota sekaligus prefektur) menempati posisi pertama.

Jadi, di kota ini pun jangan harap kalian akan menemukan gedung pencakar langit layaknya gedung-gedung di distrik Shinjuku, Tokyo. Jangan pula kalian menanyakan apakah di Kyoto ada distrik maupun kawasan khusus yang identik dengan otaku dan tren fashion terkini seperti Harajuku dan Shibuya di Tokyo maupun Amerikamura di Osaka.

Namun, Kyoto ini menyimpan seribu pesona nostalgia kejayaan Jepang di masa lalu yang membuatnya terlihat seksi dan molek di mata wisatawan, khususnya bagi mereka yang mengagumi sisi orisinalitas dalam budaya tradisional dan sejarah Jepang.

Itulah mengapa walau kota ini tak memiliki wahana wisata super besar seperti Tokyo DisneyLand dan Tokyo DisneySea, Kyoto selalu membuat wisatawan merasa penasaran untuk berkunjung ke sana setidaknya sekali dalam seumur hidup. Jika dirangkum, inilah 13 alasan mengapa kalian harus menjejakkan kaki di kota Kyoto saat berwisata ke Jepang.

 

1. Mari mulai dari fakta sejarah pertama: Kyoto termasuk salah satu kota yang selamat dari serangan udara pada Perang Dunia II.

Kyoto, via blamethemonkey.com
Kyoto, via blamethemonkey.com

Masih ingat dengan peristiwa bom atom yang menimpa Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II? Sekedar informasi, Hiroshima dan Nagasaki nggak sendirian menjadi korban kekejaman perang. Kota-kota lain di Jepang pun banyak yang hancur luluh lantak akibat serangan udara dari pihak musuh, contohnya adalah kota Tokyo.

Namun, ternyata ada beberapa kota yang relatif aman dari serangan udara. Salah satu yang paling populer tentu saja tak lain dan tak bukan adalah Kyoto. Sebetulnya kota ini sempat masuk dalam list kota yang akan di serang dari udara, namun karena satu dan lain hal rencana tersebut urung dilakukan. Konsekuensi dari fakta ini bisa kalian temukan dalam poin dibawah ini.

 

2. Kyoto punya banyak peninggalan bersejarah yang masih orisinil.

Daihoin Temple, via regex.info
Daihoin Temple, via regex.info

Seperti yang telah disinggung di atas, banyak kota di Jepang yang menjadi sasaran serangan udara pada masa Perang Dunia II. Akibatnya, banyak bangunan bersejarah dan kuil yang hancur rata di permukaan bumi. Jadi nggak heran jika banyak kuil dan bangunan bersejarah yang masih terlihat mejeng keren di berbagai kota di Jepang ternyata nggak asli, alias hasil rekonstruksi dari bangunan sebelumnya yang telah hancur total.

Pernah terkagum-kagum melihat Osaka Castle di Osaka dan Sensoji Temple di Tokyo? Kedua bangunan keren itu hanya sebagian kecil contoh bangunan terkenal di Jepang yang ternyata nggak asli, alias sudah melalui proses rekonstruksi.

Situasi yang sedikit berbeda dapat kalian temukan di Kyoto. Mengingat kota ini relatif aman dari serangan udara, maka banyak bangunan bersejarah dan juga aneka kuil yang usianya sudah berabad-abad masih berdiri cantik dengan segala keasliannya. Tentu saja bangunan-bangunan tersebut juga mengalami proses renovasi dan  untuk mempertahankan kondisinya agar tak tergerus oleh waktu, namun secara garis besar bangunan-bangunan tersebut masih bisa dikatakan asli.

 

3. Ada 17 obyek wisata Situs Warisan Dunia yang bisa kalian temukan di Kyoto dan sekitarnya.

Main ke obyek wisata? Itu sudah biasa. Tapi main ke aneka Situs Warisan Dunia, itu baru luar biasa. World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia, merupakan daftar nama tempat yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai tempat yang memiliki keistimewaan khusus secara fisik maupun budaya yang akan dilestarikan sebagai warisan untuk generasi mendatang. Dengan kata lain, tempat yang sudah diakui sebagai Situs Warisan Dunia adalah tempat yang super istimewa sehingga sangat layak untuk kalian lirik.

Sebagai salah satu kota yang cukup berhasil mempertahankan berbagai peninggalan masa lalunya, Kyoto punya beberapa tempat yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia. Jumlahnya pun nggak hanya 1 atau 2 saja, tapi 17 tempat yang tersebar di kota Kyoto, Otsu, dan Uji yang jaraknya memang saling berdekatan.

17 tempat yang dimasukkan dalam daftar UNESCO World Heritage Site Historic Monuments of Ancient Kyoto (Kyoto, Uji, Otsu) tersebut terdiri dari 13 kuil Buddha, 3 kuil Shinto, dan 1 kastil; dan aneka bangunan yang ada didalamnya pun sudah diakui oleh pemerintah Jepang sebagai National Treasures, Important Cultural Properties, Special Places of Scenic Beauty, dan Places of Scenic Beauty. Keren kan?

Mau tahu bangunan apa saja yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia di Kyoto dan sekitarnya? Ini daftarnya:

  • Kiyomizu-dera Temple.

Lokasi: Higashiyama-ku, Kyoto.

  • Rokuon-ji alias Kinkaku-ji

Lokasi: Kita-ku, Kyoto.

  • Kamowakeikazuchi Shrine alias Kamigamo Shrine.

Lokasi: Kita-ku, Kyoto

  • Kamomioya Shrine alias Shimogamo Shrine.

Lokasi: Sakyo-ku, Kyoto.

  • Jisho-ji alias Ginkaku-ji

Lokasi: Sakyo-ku, Kyoto.

  • Kyoogokoku-ji alias To-ji Temple.

Lokasi: Minami-ku, Kyoto.

  • Daigo-ji

Lokasi: Fushimi-ku, Kyoto.

  • Kozan-ji

Lokasi: Ukyo-ku, Kyoto

  • Ninna-ji

Lokasi: Ukyo-ku, Kyoto.

  • Ryoan-ji

Lokasi: Ukyo-ku, Kyoto.

  • Tenryu-ji

Lokasi: Ukyo-ku, Kyoto

  • Saiho-ji

Lokasi: Nishikyo-ku, Kyoto.

  • Nishi Hongan-ji

Lokasi: Shimogyo-ku, Kyoto.

  • Nijo Castle

Lokasi: Shimogyo-ku, Kyoto.

  • Enryaku-ji Temple

Lokasi: Otsu, Shiga.

  • Ujigami Shrine

Lokasi: Uji, Kyoto.

  • Byodo-in

Lokasi: Uji, Kyoto

 

4. Kota ini punya lebih dari 2000 kuil Shinto dan Buddha. Dijamin nggak akan bosan menjelajah Kyoto!

17 tempat yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia masih terasa sedikit untuk dijelajahi? Tunggu sampai kalian mengetahui berapa perkiraan jumlah kuil yang ada di Kyoto. Konon, diperkirakan ada 2000-an kuil Shinto dan Buddha yang tersebar di berbagai penjuru Kyoto. Wow! Dengan sekian banyaknya jumlah kuil yang bisa kalian kunjungi, dijamin Kyoto nggak bakalan bikin kalian bosan deh! Daftar di bawah ini hanyalah sebagian dari nama kuil populer yang ada di Kyoto, selain yang sudah dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia.

  • Fushimi Inari Taisha, kuil dengan seribu torii berwarna merah.
Fushimi Inari Taisha, via 8ch.net
Fushimi Inari Taisha, via 8ch.net
  • Yasaka Shrine, kuil yang terletak di distriknya geisha, Gion.
Yasaka Shrine via alexfahey.blogspot
  • Rengeo-in alias Sanjusangendo, kuil dengan 1001 patung Kannon berukuran manusia.
Patung Kannon di Sanjusangendo, via burgessbroadcast.org
Patung Kannon di Sanjusangendo, via burgessbroadcast.org

 

5. Kyoto punya banyak distrik keren yang sanggup melemparkan kalian ke masa lalu.

Sangatlah lazim bagi sebuah kota untuk terus berkembang; menggantikan bangunan lama dengan bangunan baru untuk mengikuti tuntutan zaman. Akibatnya, saat ini nggak heran jika berbagai kota besar memiliki tampilan yang nyaris mirip.

Berbeda dengan Kyoto. Sebagai sebuah kota yang serius menjaga dan merawat berbagai peninggalan masa lalunya, Kyoto punya beberapa distrik yang sengaja mempertahankan suasana jadulnya. Distrik-distrik ini populer dikunjungi oleh wisatawan yang memang jatuh cinta dengan sisi masa lalu negara Jepang. Jika kalian termasuk pengagum suasana tempo doeloe, distrik-distrik berikut ini akan semakin bikin kalian jatuh cinta dengan Kyoto.

  • Gion

Gion, via muza-chan.net
Gion, via muza-chan.net

Populer sebagai salah satu distrik terbaik untuk melihat geisha asli, Gion juga dikenal sebagai salah satu distrik yang memiliki banyak bangunan jadul dengan kondisi yang cukup asli. Spot populer untuk disinggahi di Gion adalah Hanamachi Street dan Shirakawa. Jika datang di sore hari, siapa tahu kalian berkesempatan untuk mendapat bonus istimewa, yaitu melihat langsung geisha dan maiko yang melintas jalanan Gion untuk berangkat kerja.

  • Pontocho

Pontocho, via pichost.me
Pontocho, via pichost.me

Sama seperti Gion, Pontocho juga dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk berburu Geisha, sekaligus tempat untuk menikmati suasana ala tempo doeloe. Di Pontocho ini pun banyak resto Jepang yang berdiri di sisi lorong pejalan kaki, yang cukup bisa membuat kalian mengimajinasikan suasana di Jepang tempo doeloe.

  • Higashiyama

Higashiyama, via muza-chan.net
Higashiyama, via muza-chan.net

Selain Gion, Higashiyama juga dikenal sebagai distrik yang masih mempertahankan nuansa tradisionalnya. Bahkan mungkin Higashiyama ini punya nuansa jadul yang lebih terasa dibanding Gion karena wilayahnya yang cukup luas.

Posisi Higashiyama ini sangat dekat dengan kuil Kiyomizu-dera yang masuk dalam daftar salah satu Situs Warisan Dunia di Kyoto, sehingga kalian bisa mengunjungi Kiyomizu-dera dan Higashiyama dalam satu rute wisata. Ngomong-ngomong, mumpung sedang di Higashiyama, jangan lupa untuk mampir ke jalan Nene-no-michi. Jalan tersebut termasuk salah satu jalan yang dilindungi di Kyoto. Walau tak sekental Higashiyama, nuansa jadul juga cukup terasa di jalan tersebut lho.

 

6. Nggak hanya soal kuil, Kyoto juga punya landscape cantik yang bakal bikin kalian jatuh cinta.

Lanskap di Arashiyama, via miriadna.com
Lanskap di Arashiyama, via miriadna.com

Umumnya wisatawan sudah tahu jika Kyoto punya banyak kuil cantik nan keren. Namun, nggak semua wisatawan tahu jika Kyoto juga punya pemandangan alam yang akan membuat hati berbunga-bunga. Coba saja kalian naik kereta wisata Sagano Romantic Train maupun naik perahu wisata Hozugawa River Boat.

Kalian dapat menikmati pemandangan indah di sekitar lembah pegunungan di Arashiyama. Atau, mampir saja ke daerah suburban Kyoto seperti Ohara, Kurama, dan Kibune yang punya suasana ala pedesaan di tepi gunung. Hmmm, dijamin bakalan bikin kalian makin jatuh cinta dengan Kyoto deh!

 

7. Mau tahu kehidupan keluarga penguasa Jepang di masa lalu? Kunjungilah berbagai istana kekaisaran yang ada di Kyoto.

Saat ini Tokyo dikenal sebagai ibu kota Jepang. Namun tahukah kalian jika Kyoto lebih dulu menjadi ibu kota Jepang selama beberapa abad hingga Periode Edo berakhir di tahun 1868?

Itulah sebabnya di Kyoto terdapat beberapa peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan kaisar dan keluarganya berupa istana, vila, dan taman. Asyiknya, kalian dapat mengunjungi tempat-tempat tersebut secara gratis. Syaratnya cukup dengan mendaftar melalui link ini dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Ngomong-ngomong, berikut ini beberapa tempat yang berkaitan dengan kaisar dan keluarga kerajaan Jepang di masa lalu yang bisa kalian jajal:

  • Kyoto Imperial Palace, istana kekaisaran Jepang hingga tahun 1868.
Gerbang menuju Kyoto Imperial Palace, via regex.info
Gerbang menuju Kyoto Imperial Palace, via regex.info
  • Sento Imperial Palace, istana peristirahatan kaisar dan keluarganya.
Suasana di kompleks Sento Imperial Palace, via regex.info
Suasana di kompleks Sento Imperial Palace, via regex.info
  • Katsura Imperial Villa, rumah kediaman keluarga Katsura dari Kerajaan Jepang.
Katsura Imperial Villa, via everystockphoto
Katsura Imperial Villa, via everystockphoto
  • Shugakuin Imperial Villa, rumah peristirahatan dengan taman luas yang super indah.
Shugakuin Imperial Villa, via regex.info
Shugakuin Imperial Villa, via regex.info


8. Bosan dengan kuil dan istana? Obyek wisata non-kuil juga berlimpah di Kyoto!

Siapa bilang Kyoto hanya berisi kuil dan peninggalan masa lalu? Di kota ini ada banyak opsi obyek wisata lain non-kuil dan non-istana yang bisa kalian kunjungi lho. Ada museum, theme park, hingga akuarium. Kalian juga bisa naik kereta wisata maupun naik perahu menyusuri sungai Hozugawa lho. Untuk lengkapnya, coba deh lihat rekomendasi tempat dan aktifitas non-kuil di Kyoto berikut ini. Seru deh pastinya!

  • Toei Eigamura, theme park bernuansa kota pada Periode Edo,
Toei Eigamura, via youtube
Toei Eigamura, via youtube
  • Kyoto Aquarium, akuarium kecil dengan fasilitas yang cukup lengkap dan modern.
Kyoto Aquarium, via wikimedia commons
Kyoto Aquarium, via wikimedia commons
  • Kyoto National Museum, salah satu museum tertua dan terbaik di seluruh Jepang.
Kyoto National Museum, via Corpse Reviver/wikimedia commons
Kyoto National Museum, via Corpse Reviver/wikimedia commons
  • Nishiki Market, pasar tersibuk dan terunik di Kyoto.
Nishiki Market, via nodestinations.com
Nishiki Market, via nodestinations.com
  • Kyoto Tower, tempat terbaik untuk menikmati Kyoto dari ketinggian 100 meter.
Kyoto Tower, via youinjapan.net
Kyoto Tower, via youinjapan.net
  • Sagano Romantic Train, kereta romantis yang menyusuri tepian sungai Hozugawa.
Sagano Romantic Train, via pleasantvalleynorth.com
Sagano Romantic Train, via pleasantvalleynorth.com
  • Hozugawa River Boat, cara terbaik untuk mengarungi Sungai Hozugawa.
Hozugawa River Cruise, via kyotophotogallery.com
Hozugawa River Cruise, via kyotophotogallery.com


9. Pecinta kuliner akan menyukai kota ini karena Kyoto kaya akan makanan yang indah dan enak.

Kawadoko atau restoran di atas sungai, via blog.gaijinpot.com
Kawadoko atau restoran di atas sungai, via blog.gaijinpot.com

Tokyo dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Jepang. Namun bukan berarti Kyoto tak layak dijadikan destinasi istimewa bagi pecinta kuliner. Kota ini memiliki beberapa restoran yang mendapat bintang 3 Michelin. Beberapa resto bahkan terkenal akan keindahan makanannya, seperti restoran Nakamura yang telah dikelola selama 8 generasi dan terkenal akan kecantikan kuliner sushi-nya.

Dan jika restoran bintang 3 Michelin bukan selera kalian, masih banyak tipe restoran dan jenis kuliner lainnya yang bisa dicoba di Kyoto. Misalnya saja, kawadoko (makan di atas sungai yang mengalir), kaiseki ryori (haute cuisine ala Jepang), shojin ryori (makanan khas pendeta Buddha), dan banyak lagi. Intinya, untuk para petualang kuliner, Kyoto siap memanjakan lidah dan selera kalian dengan khasanah kulinernya yang lezat sekaligus indah.

 

10. Dan, jangan lupa juga jika dari kota inilah budaya Geisha lahir.

Geisha, via cdn.aarp.net
Geisha, via cdn.aarp.net

Siapa yang tak pernah mendengar tentang geisha (atau geiko dalam dialek Kansai)? Sosok seniman penghibur dari Jepang tersebut makin dikenal luas sejak munculnya novel dan film Memoirs of Geisha yang populer beberapa tahun silam. Nah, bagi yang belum tahu, profesi geisha dipercaya baru muncul saat Kyoto menjadi ibu kota Jepang pada tahun 794, dan kemudian menyebar ke berbagai kota lainnya.

Bahkan, hingga kini distrik geisha (disebut hanamachi) masih bisa ditemukan di Kyoto dimana kalian dapat melihat geisha dan maiko (=geisha magang) asli lho. Datang saja ke berbagai hanamachi di Kyoto. Jika waktunya tepat, kalian dapat melihat sosok geisha dan maiko yang tengah berangkat ke tempat kerjanya, lengkap beserta wisatawan lain yang berlomba-lomba mengabadikan sosok mereka dalam jepretan kameranya.

 

11. Bagi pecinta budaya tradisional Jepang, Kyoto jadi kota terbaik untuk mempelajari budaya Jepang yang sesungguhnya.

Salah satu pertunjukan tarian maiko di Gion Corner, via Japanican
Salah satu pertunjukan tarian maiko di Gion Corner, via Japanican

Kyoto termasuk salah satu kota yang serius melestarikan budaya tradisional Jepang, dan membuka kesempatan bagi wisatawan yang tertarik untuk menikmati bahkan mempelajari seni budaya tradisional dengan harga yang cukup terjangkau. Nggak percaya? Kota ini memiliki beberapa festival besar yang kerap menampilkan seni pertunjukan dari geisha dan maiko.

Dan jika kalian ingin melihat geisha dan maiko secara langsung namun budget terbatas, kalian bisa melihat berbagai pertunjukan budaya di Gion Corner yang harga tiketnya hanya sekitar 3 ribuan yen saja. Kalian juga dapat melihat berbagai workshop kesenian yang kerap digelar di beberapa pusat perbelanjaan. Intinya, Kyoto merupakan tempat terbaik untuk merasakan pengalaman budaya Jepang yang sesungguhnya deh!

 

12. Ada banyak pemandangan ikonik yang tanpa sadar akrab dalam keseharian kalian yang ternyata bisa ditemukan di Kyoto.

Coba lihat gambar-gambar pemandangan berikut ini. Sebagian besar gambar tersebut mungkin cukup familiar bagi kalian karena bisa ditemukan di berbagai wallpaper desktop maupun di berbagai media lainnya. Ternyata tempat-tempat berikut ini beneran ada, lho. Dan kalian bisa menemukannya di Kyoto. Keren kan?

Kifune Jinja, via travelskyline.net
Kifune Jinja, via travelskyline.net
Fushimi Inari Taisha, via fwallpapers.com
Fushimi Inari Taisha, via fwallpapers.com
Kiyomizudera, via Jordy Meow/wikimedia commons
Kiyomizudera, via Jordy Meow/wikimedia commons
Kinkakuji, via up-wallpaper.com
Kinkakuji, via up-wallpaper.com
Philosopher’s Path, via picshype.com
Philosopher’s Path, via picshype.com

Itu baru sebagian kecil pemandangan ikonik yang bisa kalian temukan di Kyoto. Masih banyak pemandangan lainnya yang mungkin saja sudah jadi wallpaper desktop kalian selama bertahun-tahun yang ternyata bisa ditemukan di Kyoto. Jadi, masih ragu untuk mengunjungi kota ini?

 

13. Sebagai sebuah kota wisata, Kyoto sangat siap menerima wisatawan asing, termasuk wisatawan pemula sekalipun.

Jepang boleh saja merupakan salah satu negara termaju di dunia. Namun sudah jadi rahasia umum juga jika penduduk Jepang agak sulit di ajak ber-cas cis cus dalam bahasa Inggris. Karenanya, nggak sedikit wisatawan asing –khususnya yang nggak bisa berbahasa Jepang- agak segan berkunjung ke negeri Matahari Terbit tersebut karena faktor kendala bahasa.

Namun, first time traveller, jangan takut untuk berkunjung ke Kyoto. Kota yang memang menjadikan pariwisata sebagai daya tarik utamanya ini sangat siap untuk menerima wisatawan asing. Berbagai petunjuk arah dan informasi penting biasa disajikan secara bilingual (bahasa Jepang dan bahasa Inggris).

Sudah banyak restoran yang juga menampilkan menu makanan dalam 2 bahasa. Bahkan rata-rata petugas di stasiun, minimarket, dan juga petugas di berbagai obyek wisata pun nggak anti dengan bahasa Inggris; minimal untuk mengucapkan bahasa Inggris dasar dan menyebut jumlah yang harus dibayar. Jadi, nggak perlu ragu untuk mengunjungi Kyoto sekalipun kalian belum pernah ke Jepang sekalipun!

Comments

comments