Dulu, Sumedang dikenal akan Kerajaan Sumedang Larang-nya. Sekarang, Sumedang dikenal akan kelezatan tahu Sumedang-nya. Kota ini juga selalu padat dilalui oleh mereka yang berasal dari Bandung dan akan bepergian menuju Cirebon dan sebaliknya, sehingga Sumedang pun dikenal sebagai kota penghubung bagi kota Bandung dan Pantura.

Sumedang pun juga dikenal sebagai kota pendidikan karena beberapa kampus besar berdiri di kota tersebut, seperti Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), dan lain-lain.

Padahal, Sumedang juga memiliki banyak daya tarik wisata yang membuat kota ini cukup seksi di mata wisatawan, terutama wisata alam dan budayanya. Nah, sekarang bersiaplah untuk jatuh cinta pada Sumedang karena 14 pesona wisata di kota tersebut akan menggoda kalian untuk segera berangkat dan menjelajahinya.

 

1. Menjelajah Sumedang Nggak Asyik Kalau Nggak Mulai dari Alun-Alunnya yang Asri Banget.

Mayoritas kota di Indonesia, khususnya yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, memiliki alun-alun yang menjadi pusat kota tersebut. Begitu juga dengan Alun-alun Sumedang. Kota Tahu ini memiliki alun-alun yang asri dan rimbun yang tak pernah sepi dari pengunjung. Alun-alun Sumedang ini nggak hanya enak dijadikan tempat nongkrong.

Ada banyak hal yang bisa kalian nikmati di Alun-alun dan sekitarnya, mulai dari sekedar duduk-duduk sambil ngemil dari pedagang kaki lima, jogging, mengunjungi Monumen Lingga yang berada di tengah alun-alun dan menjadi landmark kota, dan banyak lagi.

 

2. Mumpung Masih di Dekat Alun-Alun, Mampir ke Museum Prabu Geusan Ulun Yuk.

Gedung Srimanganti di kompleks Museum Prabu Geusan Ulun, via radenrudolf.blogspot
Gedung Srimanganti di kompleks Museum Prabu Geusan Ulun, via radenrudolf.blogspot

Jika kalian mulai penjelajahan dari Alun-Alun Sumedang, jangan ragu untuk sekalian melangkah ke Museum Prabu Geusan Ulun yang jaraknya hanya 50 meter-an saja dari Alun-Alun.

Nama museum ini diambil dari nama raja terakhir yang memerintah kerajaan Sumedang Larang, sehingga cukup mudah untuk ditebak jika museum ini pastilah menyimpan banyak artefak dan benda-benda yang berkaitan dengan raja-raja di Kerajaan Sumedang Larang.

Ngomong-ngomong, bangunan museum ini serta bangunan lain yang ada di kompleks tersebut rata-rata merupakan bangunan kuno yang usianya sudah ratusan tahun lho, namun kondisinya masih terawat dengan baik. Jadi, sekalipun kalian nggak tertarik dengan sejarah, kompleks museum ini pasti akan terlihat keren jika diabadikan oleh kamera kalian.

 

3. Kampung Toga Nggak Cuma Menawarkan Tanaman Obat-obatan, Tapi One-Stop-Adventure yang Bikin Kalian Ketagihan.

Paralayang di Kampung Toga, via sumedangdailyphoto
Paralayang di Kampung Toga, via sumedangdailyphoto

Nggak puas hanya dengan sekedar kongkow di Alun-alun dan sekitarnya? Coba deh tantang jiwa petualangan kalian dengan menjelajah Kampung Toga. Namanya sih boleh saja Kampung Toga, singkatan dari Kampung Tanaman Obat Keluarga, kampung ini seolah-olah hanya menawarkan tanaman obat-obatan saja.

Padahal, tempat wisata yang terletak di ketinggian 650 dpl ini punya banyak pesona lainnya. Mengusung motto “One Stop Adventure”, di kampung ini kalian dapat menikmati bermacam fasilitas penantang adrenalin, mulai dari paralayang, arung jeram, hingga memancing di danau buatan. Ingin lebih puas menikmati suasana disini? Kalian bisa menginap di berbagai vila yang ada di kampung Toga, sambil mengenal lebih lanjut tentang apotik hidup.

 

4. Mulai dari Flying Fox, Memancing, Hingga Memetik Strawberry, Semua Bisa Kalian Lakukan di Desa Wisata Alam Pangjugjugan.

Beraktifitas sambil menikmati alam di Pangjugjugan, via nurulfitri
Beraktifitas sambil menikmati alam di Pangjugjugan, via nurulfitri

Daerah Cilembu dikenal akan ubi madu-nya yang yummy. Namun siapa sangka nggak hanya ubi yang bisa kalian temukan di Cilembu, karena di desa ini juga terdapat Desa Wisata Alam Pangjugjugan.

Desa ekowisata ini populer diantara mereka yang hobi menikmati suasana alam karena tempat ini memang punya banyak aktifitas yang berkaitan dengan alam, mulai dari mengelilingi perkebunan (dan memetik hasil panennya jika musim panen tiba), melihat-lihat peternakan hewan, naik perahu, menunggang kuda, memancing, outbond, hingga memetik strawberi bisa kalian lakukan disini.

Kerennya, desa wisata ini harganya cukup terjangkau lho. Rata-rata tiket untuk masuk ke desa wisata dan menjajal aneka atraksinya dibandrol mulai dari 5 ribu rupiah saja.

 

5. Kebun Teh Identik dengan Puncak dan Subang? Tunggu Sampai Kalian Main ke Kebun Teh Margawindu di Sumedang.

Perkebunan teh Margawindu, via tilulas
Perkebunan teh Margawindu, via tilulas

Menyebut tentang kebun teh, biasanya yang terbayang adalah hamparan pohon teh yang melambai tertiup angin di daerah Puncak dan Subang. Padahal, Sumedang juga punya perkebunan teh lho, yaitu perkebunan teh Margawindu. Memang sih perkebunan teh yang terdapat di Desa Citengah ini belum begitu terekspos dan akses menuju kesana belum dikelola dengan baik.

Namun kalian yang menyukai alam dengan wajah apa adanya akan jatuh cinta pada udara sejuk segar di perkebunan ini, pemandangan hijau yang masih alami di sekitarnya, dan suasananya yang relatif tenang. Lebih mantap lagi jika kalian membawa bekal makan siang lalu ngabotram (makan bersama) di tempat ini.

 

6. Dan, Nggak Jauh Dari Margawindu, Ada Wana Wisata Curug Gorobog yang Menggoda Kalian Untuk Main Air di Alam Bebas.

Curug Gorobog, via gw08087kb.blogspot
Curug Gorobog, via gw08087kb.blogspot

Dari kebun teh Margawindu, jangan langsung pulang. Nggak jauh dari kebun teh tersebut ada sebuah curug (air terjun) bernama Curug Gorobog. Saat melihat curug ini, kalian akan tahu mengapa Curug Gorobog terasa istimewa.

Curug setinggi 40 meter-an ini nggak berbentuk air terjun seperti curug kebanyakan, namun terdiri dari 3 undakan. Suasananya yang masih sangat alami dan cukup terawat, serta airnya yang jernih, jelas merupakan sebuah undangan untuk bermain air saat berada di Curug Gorobog ini.

 

7. Sumedang Kaya Akan Wisata Curug, dan Ini Beberapa yang Wajib Kalian Lirik Untuk Dijamahi.

Jika Curug Gorobog sudah membuat kalian mupeng untuk main air sambil menikmati suasana alam disekitarnya, tunggu sampai kalian melihat curug lain yang ada di wilayah Sumedang. Ya, Sumedang memang memiliki beberapa curug yang akhirnya populer sebagai sebuah destinasi wisata, walau sebagian dari curug tersebut tingkat popularitasnya baru sebatas di kalangan penduduk setempat saja. Singkat kata, inilah beberapa curug di Sumedang yang layak kalian lirik selain Curug Gorobog.

Note:

Beberapa lokasi curug ini memang susah dicari melalui google maps dan petunjuk arahnya pun sulit untuk diikuti. Tapi nggak usah takut bakalan kesasar. Selama kalian tahu nama desanya, selanjutnya tinggal aktifkan GPS saja, alias Gunakan Penduduk Setempat untuk bertanya arah maupun minta bantuan untuk menjadi tour guide dadakan.

  • Curug Cinulang

Curug Cinulang, via explorejabar
Curug Cinulang, via explorejabar

Dari sekian curug di Sumedang, Curug Cinulang mungkin salah satu yang paling populer. Bahkan ada lagu pop Sunda yang khusus menceritakan tentang curug ini lho. Curug yang juga sering disebut sebagai Curug Sindulang (karena lokasinya di Desa Sindulang) ini memisahkan wilayah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung.

Mau tahu apa yang membuat curug ini populer? Selain karena termasuk salah satu curug tertinggi di Sumedang (dengan ketinggian mencapai 50 meter-an), juga karena curug ini merupakan curug kembar dengan ketinggian air dan bentuk yang hampir sama.

Dan, curug Cinulang ini ternyata dihiasi dengan mitos seputar percintaan. Konon, jika ada pasangan mengunjungi curug ini, mereka akan putus sebelum naik ke pelaminan. Sebaiknya,  kalau datang sendiri-sendiri justru akan mendapat jodoh setelah mengunjungi curug ini. Tertarik membuktikan mitos ini?

  • Curug Ciputrawangi

Curug Ciputrawangi, via dyateqon.blogspot
Curug Ciputrawangi, via dyateqon.blogspot

Jika Curug Cinulang terlalu mainstream bagi kalian, cobalah untuk menapaki kesunyian Gunung Tampomas sambil mencari Curug Ciputrawangi. Curug yang satu ini memang berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas, tepatnya di desa Narimbang, Kecamatan Conggeang.

Memang diperlukan keteguhan hati dan juga niat (serta stamina yang cukup baik) untuk mencapai curug ini karena kalian harus lebih dulu melalui jalur hiking yang menanjak. Namun saat kalian berhasil menaklukkan jalur hiking dan mencapai Curug Ciputrawangi, kealamian suasana hutan dan gemericik aliran airnya yang sangat jernih dijamin mampu membuat kalian melupakan segala kesulitan selama di perjalanan deh.

  • Curug Sabuk

Curug Sabuk, via Muhamad Ilham/kompasiana
Curug Sabuk, via Muhamad Ilham/kompasiana

Curug yang satu ini termasuk curug yang jarang dikunjungi oleh wisatawan umum namun populer di antara pecinta kegiatan di alam bebas. Curug yang terletak di Desa Sukajaya ini menjadi bagian dari Kawasan Pegunungan Kareumbi, jadi kalian bisa menantang diri (dan juga fisik) kalian di alam bebas sebelum mencapai air terjun ini. Konon diperlukan waktu kira-kira 3 jam untuk mencapai curug ini dengan rute yang mengingatkan pada soundtrack anime Ninja Hattori: mendaki gunung lewati lembah…

  • Curug Cipongkor

Curug Cipongkor, via claudialatasha.blogspot
Curug Cipongkor, via claudialatasha.blogspot

Satu lagi curug eksotis dari wilayah Sumedang. Curug Cipongkor ini terletak di daerah Ciherang, dan sama seperti curug-curug lainnya, perlu usaha ekstra untuk mencapai curug bertipe air terjun tunggal ini.

 

8. Berendam di Air Panas pun Bisa Dilakukan di Sumedang. Inilah Beberapa Tempat Pemandian Air Panas Alami yang Wajib Kalian Coba.

Sumedang nggak hanya punya aneka curug yang eksotis. Siapa sangka jika di kota ini juga terdapat beberapa pemandian air panas alami yang kaya akan belerang dan mineral lainnya. Yuk, sekarang saatnya mengenal dan menjelajah berbagai pemandian air panas alami di Sumedang.

  • Pemandian Air Panas Cileungsing Buah Dua

Pemandian Air Panas Cileungsing, via maindanwisata.wordpress
Pemandian Air Panas Cileungsing, via maindanwisata.wordpress

Punya penyakit kulit? Atau diam-diam mengidap rematik? Coba deh kalian main ke Pemandian Air Panas Cileungsing Buahdua yang terletak di kaki Gunung Tampomas, tepatnya di desa Cilangkap Kecamatan Buahdua. Di daerah ini terdapat banyak titik air panas alami, salah satu yang paling terkenal dan mudah di akses adalah Cipanas Cileungsing Buahdua.

Mengingat daerah ini cukup sering dikunjungi oleh turis lokal dari kota lain seperti Cirebon, Karawang, Subang, dan lain-lain; tempat ini pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, mulai dari taman bermain, kafe, hingga penginapan. Tambahan informasi, di daerah Cileungsing ini juga ada sumber air keramat yang konon bisa mengabulkan segala permintaan. Tapi, kalian nggak bisa langsung mengambilnya karena harus minta ijin dulu pada kuncen-nya. Tertarik mencoba?

  • Pemandian Air Panas Conggeang

Tugu Opak di Conggeang, via allsumedang.blogspot
Tugu Opak di Conggeang, via allsumedang.blogspot

Pemandian air panas lainnya yang populer di Sumedang adalah Conggeang, yang masih termasuk dalam wilayah Buah Dua. Tak hanya terkenal akan air panasnya, daerah Conggeang juga terkenal akan kejernihan sumber mata air alaminya.

Ada beberapa kolam renang yang airnya menggunakan sumber mata air alami, dan airnya jernih banget! Beda dengan kolam renang biasa yang sudah dicemari oleh kaporit. Jika kalian penasaran, daerah Conggeang ini berjarak kira-kira 30 kilometer dari pusat kota Sumedang, atau kira-kira 8 kilometer dari Cileungsing Buah Dua, dan bisa dicapai dengan menggunakan berbagai kendaraan.

  • Sumber Air Panas Sekarwangi

Sumber air panas Sekarwangi, via ragamtempatwisata
Sumber air panas Sekarwangi, via ragamtempatwisata

Satu lagi pemandian air panas populer di Sumedang. Sekarwangi ini terletak di kaki Gunung Tampomas, sama seperti Conggeang dan Cileungsing Buah Dua. Jadi sumber air panasnya pun sama seperti kedua pemandian yang disebut sebelumnya.

Nggak sulit untuk mencapai pemandian air panas ini karena lokasinya mudah dijangkau menggunakan bermacam alat transportasi. Dan jika ingin menginap, di sekitar pemandian air panas ini juga terdapat fasilitas akomodasi kok.

 

9. Sumedang Juga Kaya Akan Wisata Murah Meriah, Salah Satunya Adalah Cipanteneun.

Tanda di gerbang masuk Cipanteneun, via tandang.info
Tanda di gerbang masuk Cipanteneun, via tandang.info

Selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, Cipanteneun menjadi tempat wisata air yang populer di Sumedang. Asyiknya, walau usianya sudah terbilang senior dibanding tempat wisata lainnya, wana wisata ini tetap setia dengan harga tiketnya yang murah meriah yaitu 2500 rupiah saja. Di Cipanteneun ini kalian bisa berenang di kolam renang yang diisi oleh mata air nan jernih, maupun sekedar berjalan-jalan di area hutan. Jika ingin kemping pun boleh kok.

 

10. Namun, Jika Kalian Ingin Suasana yang Lebih Modern, Wisata Air Gajah Depa Lebih Cocok Untuk Kalian.

Wisata Air Gajah Depa, via Wisata Air Gajah Depa/Facebook
Wisata Air Gajah Depa, via Wisata Air Gajah Depa/Facebook

Jika kalian lebih suka wisata permainan air yang suasananya lebih modern, maka Wisata Air Gajah Depa lebih cocok untuk disinggahi. Kolam renang ini dirancang modern dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area permainan anak.

Fasilitas populer yang ada di kolam ini adalah family slide, yaitu seluncuran besar berwarna oranye yang bisa digunakan oleh satu keluarga sekaligus. Sisi menarik dari kolam yang berlokasi di Cimalaka ini adalah lingkungan sekitarnya yang masih cukup asri. Kalian bisa sekaligus menikmati pemandangan pohon kelapa dan area sawah dari kolam ini lho.

 

11. Menjelajah Sumedang Nggak Lengkap Jika Nggak Menjejakkan Kaki di Berbagai Gunung-nya.

Ini dia salah satu fakta yang harus kalian ketahui dari kota Sumedang. Sebagian besar wilayah Sumedang ini terdiri dari pegunungan, dan hanya sebagian kecilnya saja yang berada di dataran rendah. Jadi nggak heran jika di Sumedang ini kaya akan wisata alam, mulai dari aneka curug hingga pemandian air panas.

Sekarang kalian sudah tahu jika di Sumedang ada banyak gunung. Jadi, kenapa nggak sekalian saja menjelajahi aneka gunung tersebut?

  • Gunung Tampomas, Populer Sebagai Destinasi Hiking.

View dari puncak Gunung Tampomas, via deangeomatics
View dari puncak Gunung Tampomas, via deangeomatics
  • Gunung Geulis, Pesona di Ketinggian 1200 Meter.

Pemandangan kota dilihat dari Gunung Geulis, via adysuhanda.blogspot
Pemandangan kota dilihat dari Gunung Geulis, via adysuhanda.blogspot
  • Gunung Manglayang, Ikon Wilayah Jatinangor.

Gunung Manglayang, via juliyannoer.blogspot
Gunung Manglayang, via juliyannoer.blogspot


12. Wisata Alam Gunung Kunci Akan Membuka Mata Kalian, Kalau Goa Belanda pun Ada di Sumedang.

Wisata alam gunung Kunci, via panoramio
Wisata alam gunung Kunci, via panoramio

Suka dengan sejarah namun malas pergi ke museum? Main deh ke Gunung Kunci. Gunung yang satu ini bukan terkenal sebagai jalur hiking layaknya gunung lainnya, namun karena di gunung ini dulunya dijadikan benteng pertahanan Belanda. Tepatnya, Belanda dulu membangun benteng pertahanan yang lantas diurug sehingga menyerupai bukit dan akhirnya menjadi Gunung Kunci.

Saat ini sih bentengnya memang tinggal reruntuhan saja karena Belanda meledakkan benteng ini sebelum meninggalkan Indonesia. Namun kalian masih bisa masuk ke dalam Goa Belanda yang panjang lorongnya saja mencapai 200 meter-an dan terhubung ke berbagai goa buatan lainnya.

 

13. Jangan Lupakan Jasa Para Pahlawan, Karena Berkat Jasa Mereka Kalian Bisa Bebas Jalan-jalan Seperti Sekarang. Kalian Bisa Mengunjungi Makam Cut Nyak Dien dan Mengenang Perjuangannya Saat Melawan Belanda.

Makam Cut Nyak Dien, via setda.sumedangkab
Makam Cut Nyak Dien, via setda.sumedangkab

Kalian pasti pernah mendengar nama Cut Nyak Dien. Beliau merupakan pejuang dari Aceh sekaligus istri dari Teuku Umar (yang juga seorang pahlawan nasional) yang dikenal karena kegigihannya melawan Belanda. Dan, jika kalian belum tahu, Cut Nyak Dien diasingkan ke Sumedang hingga akhir hayatnya, yang berarti makamnya ada di kota Sumedang.

Mumpung kalian tengah berada di Sumedang, nggak ada salahnya kok menyempatkan diri untuk menziarahi makam Cut Nyak Dien, karena berkat perjuangan para pahlawan lah kita bisa hidup merdeka dan bebas jalan-jalan seperti sekarang. Kalau sempat, kunjungi juga rumah tinggal Cut Nyak Dien selama di Sumedang yang lokasinya nggak begitu jauh dari Gunung Kunci.

 

14. Akhiri Petualangan Kalian di Sumedang dengan Memborong Tahu Sumedang untuk Oleh-oleh.

Tahu Sumedang, via rudysalam18.blogspot
Tahu Sumedang, via rudysalam18.blogspot

Pada akhirnya, Sumedang memang dikenal sebagai kota tahu. Jadi nggak sah rasanya jika kalian belum menjajal kuliner gurih yang satu ini saat berada di Sumedang. Sebetulnya ada banyak pedagang tahu Sumedang di seluruh penjuru kota. Namun jika kalian tertarik untuk mengetahui tahu mana yang paling populer di Sumedang, maka kalian wajib mampir ke Tahu Bungkeng yang sudah eksis sejak tahun 1917.

 

baca juga :

Hal-hal Senilai 20 Ribu-an (Bahkan Kurang) yang Bisa Kalian Dapatkan di Bandung

25 Tempat di Indonesia yang Akan Memuaskan Hasrat Menapaki Luar Negeri

17 Aktifitas Semi-Mainstream yang Bisa Kamu Lakukan untuk Menikmati Jakarta

Comments

comments