Paris mungkin saja memiliki semua yang dicari oleh wisatawan, mulai dari atmosfir kotanya yang romantis, restoran bertabur bintang Michellin, hingga berbagai spot wisata belanja yang akan membuat shopaholic berteriak “shut up and take my money!”.

Namun jika kalian masih menginginkan variasi wisata lainnya sewaktu tengah berada di Paris, 10 tempat keren berikut ini bisa dijadikan selingkuhan sesaat di sela waktu wisata utama, karena bisa ditempuh dalam jarak pulang-pergi dari Paris.

 *  *  *  *  *

Versailles

Istana Versailles
Istana Versailles, via baocon

Versailles selalu berada di urutan teratas nama tempat yang bisa dikunjungi sebagai side-trip dari Paris. Versailles sendiri merupakan nama sebuah kota yang terletak di wilayah Île-de-France, dan kota ini hanya berjarak kira-kira 20 kilometeran di Barat Daya Paris, sehingga ideal sekali dijadikan sebagai tempat untuk melakukan side-trip saat membutuhkan variasi wisata lain di Paris.

Daya tarik wisata utama di Versailles tentu saja terletak pada keberadaan Istana Versailles. Istana ini semula dibangun sebagai hunting lodge oleh Louis XIII pada abad ke-17. Namun seiring berjalannya waktu, hunting lodge ini pun terus mengalami perluasan dan perkembangan pembangunan, hingga akhirnya dijadikan kediaman resmi dari Louix XIV.

Sebagai tempat kediaman raja, Istana Versailles memiliki ukuran yang sangat luas, dan dirancang dengan menonjolkan kemewahan yang masih terasa mengagumkan hingga saat ini.

Sebagai salah satu obyek wisata side-trip populer dari Paris, Istana Versailles ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Untuk menghindari antrian lama saat membeli tiket untuk masuk ke dalam istana, sangat disarankan untuk membeli tiket secara online dan mem-print-nya, sehingga kalian nggak perlu antri lagi.

Selain itu, sangat disarankan untuk pergi sepagi mungkin, supaya kalian bisa lebih leluasa menikmati suasana di Istana Versailles tanpa harus berdesakan dengan rombongan wisatawan lainnya.

Ada baiknya alokasikan waktu seharian penuh untuk menjelajah istana nan luas ini, agar kalian lebih maksimal saat menjelajah bagian dalam istana hingga berjalan-jalan ke setiap sudut tamannya. Tambahan lainnya, jika berkunjung di antara bulan Maret dan Oktober, kalian mungkin dapat menyaksikan pertunjukan Musical Fountain Show di Versailles.

 *  *  *  *  *

Fontainebleau

Istana Fontainebleau
Istana Fontainebleau, via thousandwonders

Seandainya kalian merasa jika Istana Versailles sudah terlalu mainstream untuk dikunjungi, pertimbangkan untuk mengalihkan tujuan wisata ke Fontainebleau. Tempat ini merupakan sebuah sub-prefektur di Seine-et-Marne department, dan jaraknya kira-kira 55,5 kilometer saja dari Paris atau kurang lebih 45 menitan menggunakan kereta. Cukup ideal untuk dijadikan tujuan wisata side-trip dari Paris, bukan?

Daya tarik wisata utama dari Fontainbleau ini terletak pada Palace of Fontainebleau, atau Château de Fontainebleau, atau Istana Fontainebleau, sebuah kastil medieval (abad ke-12) yang pernah digunakan sebagai tempat tinggal penguasa Perancis, mulai dari Louis VII hingga Napoleon III.

Karenanya, istana ini pun dirancang dengan kemegahan dan kemewahan yang bakalan sanggup membuat kalian terpesona hingga saat ini, terlebih karena istana ini kini difungsikan sebagai museum nasional dan telah diakui sebagai UNESCO World Heritage Site.

Bagian paling menarik dari Fontainbleau ini mungkin terletak pada crowd-nya. Istana Fontainebleau memiliki kemegahan yang tak kalah dari Istana Versailles, namun dengan level kepadatan yang jauh lebih rendah dibanding istana favoritnya Marie Antoinette tersebut.

Bahkan jika beruntung datang di waktu yang tepat, kalian dapat menikmati Fontainbleau dalam suasana yang sangat lenggang karena sepi pengunjung, sehingga lebih leluasa untuk menjelajah dan menikmati setiap sudut istana ini, termasuk tamannya yang terjaga dengan apik dan cantik. Kalian pun dapat naik kereta kuda mengelilingi area istana, atau naik balon udara untuk menikmati pemandangan di sekitar istana dari ketinggian.

Setelah puas menjelajah kastil, kalian dapat melangkahkan kaki untuk mengisi perut, karena di sekitar istana ini terdapat beberapa tempat makan yang cukup asyik dan masih berada dalam jarak tempuh pejalan kaki. Atau, kalian bisa menjelajah hutan yang ada di area sekitar. Kalian bisa mendapatkan peta mengenai jalur penjelajahan hutan di Office of Tourism setempat.

 *  *  *  *  *

Sceaux

Istana Sceaux
Istana Sceaux, via skyscrapercity

Sceaux merupakan nama sebuah daerah di area suburban Paris, yang jaraknya hanya 9,7 kilometeran saja dari Ibu Kota Fashion tersebut. Jika bepergian menggunakan mobil, kalian membutuhkan waktu kurang lebih 30 menitan saja (jika kondisi lalu lintas lancar) untuk mencapai Sceaux, sehingga tempat ini sangat mudah dikunjungi di sela waktu wisata di Paris.

Sama seperti Versailles dan Fontainbleau, daya tarik utama dari Sceaux ini terletak pada kastilnya, yaitu Château de Sceaux. Bedanya, Château de Sceaux ini bukanlah bekas istana raja seperti Istana Versailles dan Istana Fontainbleau.

Château de Sceaux ini merupakan sebuah rumah country yang dulunya dibangun untuk Jean-Baptiste Antione Colbert atau Marquis de Seignelay, menteri keuangan Louis XIV, yang dirancang dengan mengikuti gaya Louis XIII.

Sekalipun Château de Sceaux bukanlah bekas kediaman raja, bangunan ini pernah dimiliki oleh bangsawan dan pejabat berkedudukan tinggi pada masanya. Jadi jangan heran arsitektur bangunan ini, termasuk interior dan lanskap di sekitarnya pun dirancang dengan detail yang mengagumkan.

Sayangnya, bangunan istana ini pernah hancur dan hanya tersisa sebagian bangunannya saja. Namun kemudian istana ini beserta tamannya berhasil di restorasi. Saat ini Château de Sceaux pun dibuka untuk publik, dan kini telah dilengkapi dengan sebuah museum bernama Musée de I’lle-de-France yang menyimpan berbagai lukisan karya School of Paris.

Tambahan lainnya, Château de Sceaux ini populer sebagai tempat piknik oleh penduduk Paris yang ingin mencari tempat liburan singkat. Jika kalian berkunjung di bulan April, kalian sekaligus dapat menikmati bunga Cheri yang bermekaran di area istana.

 *  *  *  *  *

Mont Saint Michel

Mont Saint Michel
Mont Saint Michel, via eventbrite

Beralih ke wilayah Normandy, ada Mont Saint Michel, salah satu landmark populer dari negara Perancis. Mont Saint Michel ini merupakan nama sebuah pulau yang berjarak kira-kira 1 kilometer dari pantai terdekat.  Menurut sejarah, Mont Saint Michel ini dipercaya sudah mulai berfungsi sejak abad ke-6 dan abad ke-7, dan per-tahun 2009 dihuni oleh 44 orang. Sekalipun ukurannya tidak terlalu besar, tapi Mont Saint Michel ini kabarnya dikunjungi hinggal 3 juta orang pertahunnya, lho.

Daya tarik utama dari Mont Saint Michel terletak pada biaranya, yaitu Mont Saint Michel Abbey (atau Biara Mont Saint Abbey). Biara ini berada di tengah pulau, dibangun kurang lebih pada tahun 966, namun secara bertahap mengalami perluasan untuk menampung lebih banyak peziarah.

Lokasi biara berada di tempat tertinggi di pulau tersebut. Maklum, saat itu, lokasi biara ini dirancang dengan mengedepankan konsep struktural masyarakat feodal pada masa itu, yang membedakan tingkatan antara biara dan masyarakat biasa. Sedangkan secara konsep bangunan, biara ini memiliki gaya arsitektur yang cukup unik dan khas, karena dibangun dengan sentuhan gaya arsitektur pra-Roma. Jika dilihat dari luar, terlihat sekali betapa gaya Gothic cukup mendominasi tampilan biara ini.

Sebetulnya, lokasi Mont Saint Michel ini cukup jauh dari Paris. Kalian membutuhkan waktu kira-kira 3,5 jam, dan harus beberapa kali ganti kereta. Jika merasa kesulitan mengatur itinerary menuju Mont Saint Michel, kalian dapat mencari tour and travel yang menawarkan paket wisata sehari menuju biara tersebut. Tambahan informasi, harga makanan di Mont Saint Michel ini rata-rata lebih tinggi dibanding tempat biasa. Bagi budget traveller, disarankan kalian membawa bekal makanan sendiri.

 *  *  *  *  *

Saint-Germain-en-Laye

Saint-Germain-en-Laye
Saint-Germain-en-Laye, via bloggang

Beralih kembali ke wilayah Île-de-France, tepatnya Yvelines, ada sebuah tempat yang cukup menarik untuk disambangi saat tengah berwisata ke Paris, yaitu Saint-Germain-en-Laye. Tempat ini hany berjarak 19,1 kilometeran saja dari Paris, dan memiliki sebuah obyek wisata yang cukup populer disambangi sebagai side-trip dari Paris, yaitu Château de Saint-Germain-en-Laye atau Istana Saint-Germain-en-Laye.

Château de Saint-Germain-en-Laye merupakan sebuah istana yang dibangun oleh Louis VI pada tahun 1122. Seperti halnya bangunan istana lain yang pernah dimiliki oleh keluarga kerajaan, Château de Saint-Germain-en-Laye ini pun memiliki gaya arsitektur yang sangat cantik dan menarik. Semula istana ini sempat beralih menjadi bermacam fungsi, mulai dari istana, cavalry school, penjara, hingga akhirnya kini difungsikan sebagai Musée d’Archéologie Nationale (National Museum of Archaeology).

Namun, Saint-Germain-en-Laye ini tak hanya memiliki istana saja. Komunitas setempat pun sangat menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Sekedar informasi tambahan, Saint-Germain-en-Laye ini sekaligus menjadi rumah bagi PSG, sebuah tim sepakbola peringkat atas di Perancis, lho. Bagi pecinta sepakbola, apalagi jika kalian mengetahui tentang tim PSG, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajah Saint-Germain-en-Laye saat berwisata ke Paris, ya!

 *  *  *  *  *

Provins

Provins
Provins, via quizz

Bosan dengan suasana Paris yang terlalu lekat dengan romantisme dan fashion? Cobalah untuk menjadikan Provins sebagai salah satu destinasi side-trip dari Paris.

Provins adalah sebuah kota kecil yang sudah dibangun sejak Abad Pertengahan, dan jaraknya hanya kira-kira 1,5 jam perjalanan saja dari Paris. Hingga saat ini, Provins masih mempertahankan suasana kota lamanya, sehingga waktu seolah terhenti saat berada di kota ini.

Sekalipun tak memiliki istana megah bertabur emas yang dirancang dengan gaya arsitektur mempesona, Provins ini sangat menarik untuk dijelajahi sambil berjalan kaki; entah sekedar untuk menikmati suasana, atau sambil mampir ke berbagai obyek wisata yang ada di sana.

Ada beberapa hal menarik yang bisa kalian lihat di Provins. Misalnya saja, gereja The Saint Quiriace Collegiate yang sudah dibangun sejak abad ke-12. Kalian juga dapat mengunjungi terowongan bawah tanah, museum, menara penjaga, dan lain-lain.

Namun jika kalian masih bingung menentukan obyek mana yang harus dikunjungi selama berada di Provins, sangat disarankan untuk mengunjungi kantor pariwisata setempat untuk mendapatkan peta, tanya-tanya, maupun membeli aneka freepass yang dibutuhkan. Hanya saja, sebelum mengunjungi Provins, setidaknya cari tahu lebih dulu jam operasional dari kantor pariwisata setempat yang mungkin saja berbeda saat tengah off season dengan saat high season.

 *  *  *  *  *

Chartres

Chartres Cathedral
Chartres Cathedral, via studyblue

Beralih ke Barat Daya kota Paris, ada Chartres yang berjarak 96 kilometer dari Kota Cinta tersebut. Chartres ini terkenal akan katedral-nya yang bernama Chartres Cathedral, atau Cathedral of Our Lady of Chartres. Katedral ini merupakan sebuah katedral gotik Katolik yang sudah dibangun antara tahun 1194-1220, dan sampai saat ini masih relatif terjaga keasliannya.

Dari sejak pertama dibangun, hanya ada perubahan kecil yang dilakukan. Itupun prosesnya terjadi di abad ke-13. Jadi, jangan heran kalau katedral ini kemudian diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO, dan disebut-sebut sebagai salah satu gereja terindah di dunia.

Berencana mampir ke Chartres Cathedral? Waktu terbaik berkunjung ke katedral ini adalah antara April dan Oktober. Pada masa-masa tersebut, setiap malamnya akan ada pertunjukan iluminasi khusus di area katedral, yang membuat katedral tersebut akan terlihat semakin keren. Setelah puas menjelajah katedral, sempatkan untuk melihat-lihat berbagai toko souvenir serta aneka bakery yang menjual berbagai cemilan khas daerah tersebut.

Selain memiliki Chartres Cathedral, Chartres pun memiliki beberapa museum yang layak untuk dikunjungi, misalnya saja Musée des Beaux-Arts, Musée le Grenier de l’histoire, Le Centre International du Vitrail, dan lainnya.

Chartres juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata kuliner, dan di tempat ini terdapat beberapa restoran berbintang Michelin yang layak untuk dicicipi (jika ada budget untuk itu). Jangan lupa juga membeli Cochelin, sebuah pastri berbentuk orang yang berisi coklat, yang merupakan produk khas Chartres.

 *  *  *  *  *

Reims

Reims Cathedral
Reims Cathedral, via korzika-holidays

Ada banyak sekali tempat keren di sekitar Paris yang layak disambangi sebagai side-trip. Namun jika kalian menginginkan sebuah tempat yang memiliki banyak opsi wisata, masukkan Reims dalam daftar kalian.

Reims hanya berjarak 45 menitan naik kereta dari Paris. Tempat ini memang memiliki beberapa opsi wisata bagi wisatawan, mulai dari wisata sejarah hingga wisata kuliner. Untuk wisata sejarah, Reims memiliki sebuah katedral megah yang punya kedudukan penting dalam sejarah Perancis. Betapa tidak, di katedral inilah tempat berlangsungnya upacara penobatan raja-raja Perancis di masa lalu. Tak heran jika banyak yang menyamakan katedral ini Westminster Abbey di London.

Selain memiliki katedral yang megah, Reims dikenal sebagai ibu kota sampanye. Reims memiliki 319 ladang anggur yang menghasilkan lebih dari 321 juta botol sampanye per-tahun-nya. Jika kalian mengaku sebagai pecinta minuman beralkohol, sampanye Reims termasuk salah satu yang sayang untuk dilewatkan, dan kalian dapat mengunjungi berbagai champagne house yang kerap mengadakan aneka tour dan pencicipan anggur. Namun jika kalian tak bisa minum alkohol karena satu dan lain hal, Reims juga kaya akan kafe dan restoran yang menawarkan aneka kuliner penggoda lidah.

 *  *  *  *  *

Giverny

Rumah Monet di Giverny
Rumah Monet di Giverny, via clubviaje

Pernah mendengar tentang Oscar-Claude Monet? Pelukis yang populer dengan nama Monet saja itu lahir pada tanggal 14 November 1840 dan wafat pada 5 Desember 1926 itu merupakan pendiri aliran Impresionis di Perancis. Beliau banyak menghasilkan karya-karya spektakuler, salah satunya adalah lukisan Monet’s Garden.

Lokasi dari rumah Monet tersebut terletak di Giverny, yang berada di sebelah utara Perancis dan berjarak kira-kira 80 kilometer dari Paris. Sampai saat ini, rumah Monet beserta taman yang menjadi inspirasi bagi lukisan Monet’s Garden masih terjaga dengan apik, dan dibuka untuk umum.

Bahkan aneka furnitur, lengkap beserta barang-barang koleksi pribadi dari Monet pun masih tetap dipertahankan hingga kini. Tak heran jika rumah Monet beserta tamannya itu kemudian menjadi daya tarik wisata utama bagi Giverny, yang selalu sukses menarik wisatawan yang mengaku sebagai pecinta lukisan atau sekedar ingin mencari alternatif side-trip dari Paris, untuk datang ke Giverny.

Beberapa tips bagi kalian yang ingin mengunjungi rumah Monet di Giverny: (1) Rumah Monet ini biasanya dibuka antara tanggal 1 April hingga 1 November, jadi berkunjunglah di antara bulan-bulan tersebut, dan; (2) datanglah saat bunga-bunga telah bermekaran, karena taman di rumah tersebut merupakan salah satu atraksi utama dari Rumah Monet.

***

Note:

Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) tanpa editan tambahan selain proses resizing.

 

baca juga :

7 Hotel Budget di Paris yang Rate-nya Cocok Banget Untuk Backpackers

Budget Traveling ke Disneyland Paris, Nginapnya di Hotel-Hotel Berikut Ini Saja!

Bangkok Untuk Pemula, dan Bermacam Alasan Kenapa Harus Pergi Kesana

Comments

comments