Punya pacar? Sudah merasa cocok dengan pacar kalian? Punya rencana untuk mengajak si doi melangkah ke jenjang yang lebih serius, alias menikah? Tunggu dulu. Sebelum berencana untuk mencetak kartu undangan dan pesan janur kuning, coba pertimbangkan untuk mengajak doi traveling bareng dulu deh.

Lho, memangnya ada hubungan apa antara traveling bareng dengan rencana melangkah ke jenjang yang lebih serius?

Mari kita mulai dengan menyepakati kalau pernikahan membutuhkan sebuah komitmen dan keseriusan. Melangkah ke jenjang pernikahan sebaiknya dilakukan bersama orang yang tepat, dengan harapan pernikahannya akan langgeng hingga rambut sama-sama memutih kelak.

Dan, menemukan orang yang tepat itu nggak cukup hanya dengan mengandalkan perasaan saja. Traveling bersama sebelum menikah juga bisa menjadi cara terbaik untuk menyeleksi calon pasangan yang akan diajak mengarungi bahtera rumah tangga bersama-sama.

Nggak percaya?

Coba simak saja beberapa alasan kenapa kalian harus traveling bersama pasangan sebelum masuk ke jenjang pernikahan berikut ini. PS: yang masih jomblo, jangan baper yaa..!!

*             *             *             *             *

1. Traveling Bareng Pacar Menjadi Kesempatan Yang Bagus Untuk Menguji Seberapa Tinggi Komitmen Doi.

Traveling melatih komitmen, via elnuevodia
Traveling melatih komitmen, via elnuevodia

“Hah? Serius traveling bareng bisa mengetes komitmen pasangan kita? Masa sih? Kok jadi seram ya?”

Mungkin itu pikiran pertama yang melintas dalam benak kalian. Tapi beneran deh, traveling bareng sebelum menikah bisa dimanfaatkan sebagai momen untuk mengetes komitmen pasangan kita, dan tentunya, komitmen kita sendiri.

Merencanakan acara traveling bareng membutuhkan komitmen yang kuat antara kalian dan pasangan agar acara tersebut bisa berlangsung dengan lancar. Kalian harus bersedia meluangkan waktu bersama untuk berdiskusi tentang banyak hal, merencanakan itinerary bersama-sama, mendiskusikan akomodasi, menghitung budget, membeli tiket, dan lain-lain.

Menyatukan dua pikiran pasti akan lebih sulit dibanding solo traveling, dan dari sini kalian bisa melihat seberapa tinggi komitmen pasangan kalian terkait segala proses persiapan traveling, saat berangkat, hingga saat pulang nanti. Apa si dia tipe yang bisa diajak diskusi? Tipe yang mau bersusah payah? Atau dia tipe yang menyerahkan semua keputusan pada pasangannya?

Selain itu, travelling bareng sebelum menikah juga menjadi sarana untuk menguji komitmen si dia (dan juga komitmen diri sendiri) terhadap hubungan kalian. Traveling bareng tentu saja memiliki banyak resiko karena kalian akan menghabiskan waktu berduaan dalam waktu yang cukup lama.

Otomatis, godaan untuk melanggar nilai-nilai yang kalian pegang pun akan semakin besar. Jika si dia tetap berpegang pada kesepakatan untuk saling menjaga, berarti dia adalah orang yang tepat. Namun jika si dia ternyata malah mencari-cari kesempatan, mungkin saatnya kalian berpikir ulang untuk menjadikan si doi sebagai pelabuhan terakhir.

*             *             *             *             *

2. Traveling Bareng Bisa Jadi Sarana Bagus Untuk Melatih Kompromi.

Traveling menjadi sarana melatih kompromi, via oncallinternational
Traveling menjadi sarana melatih kompromi, via oncallinternational

Mau tahu salah satu resep langgeng dalam pernikahan? Bukan karena faktor cinta semata, tapi karena adanya kompromi yang terus menerus dilakukan oleh kedua pasangan. Sebuah pernikahan akan bertahan jika masing-masing pihak belajar untuk mendengarkan keinginan pasangannya, dan kemudian mencari keputusan yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Nah, salah satu cara terbaik untuk melatih berkompromi dengan pasangan, adalah dengan melakukan traveling bareng sebelum resmi melangkah ke jenjang berikutnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kompromi dengan pasangan bisa jadi takkan menjadi masalah. Saat merasa tak sejalan, salah satu pihak tinggal mengalah saja, dan semua bakal terlihat baik-baik saja. Paling tidak untuk sementara.

Dengan melakukan traveling bareng, kalian mau tak mau harus berkompromi dengan selera dan keinginan si doi; bukan hanya sebatas mengalah untuk menghindari debat. Agar acara traveling bisa memuaskan kedua belah pihak, suka atau tidak kalian harus belajar mendengarkan keinginan si dia terkait usulan itinerary, obyek wisata yang ingin dikunjungi, pilihan akomodasi dan transportasi, dan lain-lain.

Kalian juga akan dipaksa untuk mencari jalan tengah agar keinginan doi dan keinginan kalian bisa berjalan selaras. Dengan kata lain, kalian akan belajar untuk memikirkan masalah bersama-sama, dan menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik untuk kalian berdua.

*             *             *             *             *

3. Traveling Bareng Jadi Sarana Ampuh Untuk Mengetahui Sifat Asli si Doi.

Ilustrasi keluar dari zona nyaman, via cam-charter
Ilustrasi keluar dari zona nyaman, via cam-charter

Katanya, salah satu cara terbaik untuk mengetahui sifat asli seseorang adalah dengan membawanya keluar dari zona nyaman. Saat berada di luar zona nyaman, seseorang akan berhadapan dengan banyak hal baru. Mulai dari kebiasaan baru, situasi baru, kebudayaan baru, lingkungan yang baru, dan banyak lagi.

Pada momen seperti itulah karakter asli seseorang akan terlihat. Jika selama ini si dia terlihat begitu sempurna, kalian akan otomatis melihat sisi lain dari dirinya. Jangan kaget kalau si dia yang selama ini terlihat romantis ternyata hanya fokus dengan dirinya sendiri. Bisa jadi juga si dia yang selama ini kelihatan dewasa, eh ternyata gemar meributkan hal-hal kecil yang ada diluar kebiasaannya.

Atau mungkin malah sebaliknya. Pacar yang selama ini kelihatannya kaku, diluar dugaan ternyata mudah menerima hal-hal yang berbeda dari pola pikirnya sendiri. Atau mungkin, kalian akan menemukan jika si doi ternyata bisa diandalkan saat mengalami momen-momen sulit selama di perjalanan. Padahal biasanya dia terlihat cuek dan nggak perhatian. Nah, dari sana kalian bisa melihat, apakah kalian bisa menerima sifat aslinya itu atau tidak.

*             *             *             *             *

4. Kalian Juga Bisa Berlatih Sebagai Sebuah Tim Saat Melakukan Travelling Bareng.

Ilustrasi, via persuasionmagazine
Ilustrasi, via persuasionmagazine

Pernikahan itu ibarat kerja sama sebuah tim. Untuk membuat sebuah pernikahan berjalan sukses, dibutuhkan kerjasama yang kompak antara dua belah pihak. Dan, traveling bareng sebelum menikah bisa menjadi sarana bagus untuk melatih kerjasama sebagai sebuah tim. Nggak percaya?

Traveling ke tempat yang baru berarti kalian sama-sama mencoba keluar dari zona nyaman. Pada momen seperti itu, lazimnya ada saja tantangan yang harus dihadapi. Jika si dia memang partner yang tepat untuk kalian, pasti dia bisa diajak bekerja sama untuk menghadapi seluruh tantangan yang ada di depan mata. Kalian juga sekaligus bisa membuktikan jika kalian adalah rekan satu tim yang bisa diandalkan dan layak untuk diseriusi.

Selain itu, traveling bareng sebelum menikah juga bisa menjadi sarana yang baik untuk menguji kesamaan visi dan misi kalian dan partner sebagai sebuah tim. Apakah kalian selalu bisa satu visi dan misi dalam menyelesaikan setiap tantangan? Jika tidak, apakah kalian bisa mencari jalan tengah agar kerja sama tim tidak terganggu? Dengan demikian, kalian otomatis bisa menilai sendiri bagaimana kualitas kerja sama kalian dan doi sebagai sebuah tim.

*             *             *             *             *

5. Dengan Traveling Bareng, Kalian Bisa Melihat Bagaimana Kualitas Manajemen Krisis si Doi.

Ilustrasi masalah saat traveling, via khailabaila
Ilustrasi masalah saat traveling, via khailabaila

Sepanjang sejarah, jarang sekali ada acara traveling yang bisa berjalan 100% sesuai rencana. Biasanya ada saja hal-hal yang sepele yang berpotensi mengubah acara senang-senang jadi mimpi buruk. Passport yang hilang, salah naik kendaraan, kondisi di obyek wisata yang nggak sesuai harapan, itinerary yang melenceng dari jalur; semua itu bisa mengubah wajah yang lagi tertawa mendadak cemberut seketika.

Mengalami peristiwa-peristiwa tersebut memang menyebalkan. Namun disisi lain, disinilah saat yang tepat untuk melihat kualitas diri doi dalam melakukan manajemen krisis. Jika si dia selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk mencari solusi bagi setiap masalah, serta jika dia berani mengambil keputusan dan langkah nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kalian bisa memperkirakan bagaimana karakter dia dalam menghadapi masalah-masalah dalam pernikahan kelak.

Sebaliknya, kalian juga bisa memperkirakan sikap doi kelak jika ternyata dia hanya bisa marah-marah atau sekedar menyalahkan saat menghadapi sebuah masalah. Menurut kalian, sikap doi yang seperti itu kira-kira oke nggak untuk diajak melangkah ke jenjang yang lebih serius?

*             *             *             *             *

6. Traveling Bareng Juga Jadi Sarana Efektif Untuk Saling Belajar Mengatur Keuangan Sebelum Menikah Nanti.

Belajar mengatur keuangan bersama melalui traveling bareng, via cbc
Belajar mengatur keuangan bersama melalui traveling bareng, via cbc

Suka atau tidak, masalah uang kerap menjadi sebuah isu sensitif dalam sebuah hubungan. Begitu juga setelah menikah, masalah uang terkadang menjadi pemicu utama yang menyulut sebuah pertengkaran.

Nah, kalian dapat memanfaatkan momen traveling bareng untuk mengetahui pandangan dan sikap pasangan terhadap masalah keuangan. Idealnya, traveling bersama membutuhkan dana dari kedua belah pihak. Agar dana tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan traveling, kalian tentu harus membuat banyak kesepakatan bersama terkait budget.

Apa saja pengeluaran yang harus diprioritaskan? Apa saja biaya yang bisa ditekan bersama-sama? Berapa budget yang harus disiapkan untuk sekali makan? Itu hanya sebagian kecil hal-hal yang berkaitan dengan budget yang harus kalian diskusikan bersama partner.

Percayalah, diskusi mengenai budget traveling itu rumit, bos! Apalagi jika kalian dan si doi punya cara pandang yang sangat berbeda mengenai masalah uang. Jika nggak bisa mengendalikan ego dan menghormati partner, bisa-bisa rencana traveling bakal gagal karena terlalu banyak berantem.

Namun jika si dia bisa diajak berkompromi dalam mengatur budget dan menentukan prioritas penggunaan budget, berarti si dia sudah siap untuk diajak berdiskusi mengenai budget rumah tangga kelak.

Sebagai bonus tambahan, kalian juga bisa belajar sama-sama menabung untuk melakukan proyek traveling bareng. Jadi, sebelum menikah pun kalian sudah belajar untuk memiliki tabungan bersama.

Namun, bisa juga kalian tetap sepakat untuk tetap mengelola tabungan masing-masing, dan membagi masalah pengeluaran selama traveling berdasarkan kesepakatan. Pilihan manapun memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing, jadi silahkan pilih sendiri ya.

*             *             *             *             *

7. Kalian Bakal Punya Banyak Kisah Seru Untuk Dibagikan Pada Anak Cucu Kelak.

Traveling bersama pasangan, via mydreamnote
Traveling bersama pasangan, via mydreamnote

Banyak yang bilang, kalau romantisme kerap berakhir setelah mengucapkan janji suci. Penyebabnya beragam. Mulai dari kesibukan mengurus anak, terlalu sibuk bekerja untuk membuat nyala api kompor terus mengepul, dan lain-lain. Jika dibiarkan, bisa-bisa kalian akan terjebak dalam sebuah hubungan yang dingin dan berujung pada kejenuhan.

Jika dilihat dari perspektif tersebut, maka traveling bareng sebelum menikah mungkin saja bisa bermanfaat untuk menjaga romantisme hingga rambut berubah menjadi putih. Traveling bareng sebelum menikah bisa menciptakan kenangan tersendiri untuk dibagikan pada anak cucu nanti. Percaya deh, mengenang aneka momen romantis maupun konyol saat traveling bareng itu cukup ampuh untuk menghidupkan nyala romantisme, lho!

*             *             *             *             *

8. Traveling Bareng Bermanfaat Juga Untuk Membuktikan Keseriusan Janji “Dalam Suka Maupun Senang, Sakit Maupun Sehat”.

Ilustrasi kondisi sakit, via hindustantimes
Ilustrasi kondisi sakit, via hindustantimes

Kalian mungkin pernah mendengar janji seperti ini: “selalu bersama dalam suka dan duka, kaya dan miskin, sakit maupun sehat”. Janji tersebut sepintas terdengar mudah, namun dalam realisasinya kadang tak semudah yang dibayangkan.

Kalian bisa melihat kesiapan si doi dalam menjalankan janji tersebut dengan melaksanakan traveling bersama sebelum menikah. Minimal, kalian bisa melihat bagaimana kesiapan doi (dan juga kalian) dalam menghadapi momen “suka dan duka” serta “sehat maupun sakit”.

Saat melakukan kegiatan traveling, selalu ada saja kemungkinan kalian terkena sakit karena kondisi badan menurun maupun terkena perubahan cuaca. Pada saat seperti itu, respon dan sikap doi dalam menjaga dan merawat kalian bisa menjadi sebuah gambaran bagaimana sikapnya saat mengalami masa-masa “sehat maupun sakit” setelah menikah nanti.

Kalian pun bisa melihat bagaimana sikap dan respon doi selama traveling bersama. Bagaimana sikap dia saat mengalami momen menyenangkan selama waktu traveling?

Apakah dia tipe yang bisa diajak bersenang-senang? Atau mungkin dia malah membuat momen menyenangkan itu menjadi rusak karena (misalnya) komentar-komentarnya yang negatif? Dan bagaimana responnya saat kalian mengalami momen-momen menyedihkan selama traveling? Apa dia bisa ikut merasakan hal itu, atau justru dia malah menertawakan momen tersebut dan membuat kalian makin sedih?

*             *             *             *             *

9. Daripada Pedekate Bertahun-tahun, Traveling Bareng Bisa Menjadi Salah Satu Opsi Untuk Mempercepat Proses Penjajakan.

Ilustrasi, via biletall
Ilustrasi, via biletall

Kalian mungkin saja telah pacaran selama bertahun-tahun. Kalian mungkin merasa telah mengenal si doi dengan sebaik mungkin. Bisa jadi kalian pun akan merasa sudah cocok 100% dengan si dia, hingga akhirnya memutuskan untuk mengajaknya pergi ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pernikahan.

Padahal, realitanya, pacaran bertahun-tahun nggak menjamin kalian mengenal si doi dengan baik. Normalnya, pasangan yang tengah pacaran paling-paling hanya bertemu selama 2-3 jam per-hari. Sisa waktunya dihabiskan di lingkungan masing-masing, entah di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, teman, dan lain-lain.

Otomatis waktu yang kalian habiskan untuk mengenal pasangan sebetulnya nggak banyak-banyak amat. Karena itu, kadang suka ada saja yang kaget saat menemukan karakter asli si doi yang ternyata jauh dari apa yang kalian ketahui.

Disinilah fungsi traveling bareng untuk mempercepat proses penjajakan dalam sebuah hubungan. Saat melakukan traveling bareng, kalian akan dipaksa menghabiskan waktu selama beberapa hari atau minggu secara intens. Mau tak mau, kalian dapat melihat secara lebih dekat bagaimana sikap doi yang asli dalam waktu nyaris 24 jam.

Walau doi mungkin saja jaim untuk 1-2 hari pertama, namun lama kelamaan sifat aslinya pasti akan ketahuan juga. Karenanya, jangan heran kalau ada traveller yang berpendapat jika traveling bareng pacar selama beberapa hari (atau minggu) kualitasnya bisa setara dengan pedekate selama beberapa bulan bahkan tahun.

*             *             *             *             *

10. Last but not Least, Traveling Bareng Sebelum Menikah Dapat Memperkuat Sebuah Hubungan, atau Sebaliknya.

Traveling memperkuat hubungan atau sebaliknya, via neolaia
Traveling memperkuat hubungan atau sebaliknya, via neolaia

Setelah membaca poin 1-9, kalian mungkin bisa menarik kesimpulan jika traveling bersama pacar dapat membuat kita mengenal sisi lain (yang asli) dari pacar kita. Jika kalian semakin merasa menemukan kecocokan dengan si dia, maka aktifitas traveling bareng ini bisa menjadi sarana untuk menguatkan hubungan kalian.

Sebaliknya, acara traveling bareng ini mungkin saja malah membuat hubungan kalian menjadi renggang. Biasanya sih penyebabnya karena kalian tak cocok dengan karakter asli si dia. Tapi nggak apa-apa. Proses seleksi itu hal yang lumrah terjadi kok. Daripada menyesal setelah terlanjur mengucap janji pernikahan, lebih baik jika kita bisa menemukan orang yang tepat untuk diajak melewati gerbang pernikahan, bukan?

 

Happy traveling!

 

baca juga :

Siapa Bilang Paris Mahal? Intip Ragam Tips Untuk Budget Traveller Berikut Ini!

Ups! Ini Dia Aneka Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Traveller Pemula

Beberapa Pengalaman “unik” Saat Travelling Bersama Orang Yang Baru Dikenal

Comments

comments