Sudah baca tulisan saya tentang aneka obyek wisata gratisan di Kyoto? Jika belum, monggo mampir dulu kesini:

Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto (Part 1): Sightseeing Spot

Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto (Part 2 END): Istana Dan Kuil

dan Setelah membaca aneka obyek wisata yang tercantum disana, mungkin ada teman-teman yang tertarik untuk berkunjung ke berbagai obyek wisata tersebut. Pertanyaannya, kira-kira itinerary yang enak seperti apa ya?

Nah, kali ini ijinkan saya berbagi contoh itinerary untuk menjelajah Kyoto. Sebelumnya saya pernah berbagi tentang macam-macam contoh itinerary di Tokyo, yang bisa dibaca disini:

[Sample Itinerary Tokyo] Setengah Hari Di Asakusa

Saya juga sempat beberapa kali berbagi contoh itinerary lainnya yang juga berlokasi di Tokyo dan sekitarnya, termasuk Kamakura. Nah, kali ini saya ingin berbagi contoh itinerary untuk kota Kyoto. Adapun sample itinerary pertama yang akan saya bagikan ini adalah sample itinerary untuk beberapa obyek wisata gratisan di Kyoto. Teman-teman bisa mengembangkan sendiri model itinerary ini sesuai kebutuhan, termasuk mengunjungi obyek wisata tambahan lainnya yang berbayar (jika memiliki budget untuk itu).

Judul Trip: Setengah hari di Kyoto (budget itinerary)

Target pasar: Siapa saja, terutama mereka yang kuat berjalan kaki dan suka melihat-lihat suasana

Jenis trip: Exploring, sightseeing, cultural

Starting point: Nishiki Market

Detail rute:

#1: Nishiki Market

(Estimasi waktu wisata: 30-60 menit)

Mari mulai rute ini dengan mengunjungi Nishiki Market. Saya lupa mencantumkan tempat ini dalam tulisan aneka obyek wisata gratisan di Kyoto, tapi nggak apa-apa, mari kita bahas tentang tempat ini sekarang.

Nishiki Market merupakan sebuah pasar yang disebut-sebut sebagai Kyoto’s Kitchen. Shopping street sepanjang 5 blok ini terdiri dari ratusan toko dan restoran, dan menyediakan beraneka macam bahan makanan segar dan aneka produk khas dapur lainnya yang bisa teman-teman bayangkan.

Pasar ini cukup menyenangkan. Atmosfirnya yang sibuk dan juga suasananya membuat tempat ini menarik untuk dijelajahi. Dan, jika teman-teman memulai itinerary ini sejak pagi hari, kalian bisa sekaligus mencoba cari sarapan disini.

Nishiki Market [foto: Hidehiro Komatsu/wikimedia]
Nishiki Market [foto: Hidehiro Komatsu/wikimedia]
Ujung Nishiki Market ini akan berpotongan dengan Teramachi Shopping Arcade dan Shin-Kyogoku Shopping Arcade. Teman-teman bisa menjelajah kedua shopping arcade ini untuk pengalaman tambahan, dan keduanya gratis kok. Namun untuk bisa “nyambung” dengan rute selanjutnya, usahakan agar penjelajahan tersebut berujung ke arah Stasiun Kawaramachi ya.

#2: Nishiki Market – Pontocho

Biaya: 0 yen*

Waktu tempuh: 6-10 menit jalan kaki (dari ujung Nishiki Market yang bersinggungan dengan Teramachi Shopping Arcade)

#3: Pontocho

(Estimasi waktu wisata: 1-2 jam)

Pontocho termasuk salah satu tempat yang populer untuk dikunjungi di Kyoto. Walau jalan ini merupakan jalan kecil, Pontocho memiliki suasana yang menyenangkan ala kota lama. Di tempat ini terdapat banyak restoran bergaya Jepang, dan merupakan salah satu spot untuk bisa melihat geisha (atau geiko, dalam dialek Kansai) secara langsung. Untuk area yang berada di tepi sungai Kamogawa, rata-rata restoran memiliki pemandangan langsung ke arah sungai sehingga suasananya asyik banget.

Pontocho [foto: Wolfiewolf from Pontocho Street in Nakagyo/wikimedia]
Pontocho [foto: Wolfiewolf from Pontocho Street in Nakagyo/wikimedia]

#4: Pontocho-Gion

Biaya: 0 yen*
Waktu tempuh: 5 menit tak tentu (untuk mencapai ke Stasiun Gion-shijo, tergantung dari posisi terakhir berada di Pontocho)

#5: Gion

(Estimasi waktu wisata: 1-2 jam)

Ini dia distrik paling populer di Kyoto. Distrik Gion terkenal sebagai distriknya para geiko, karena disini masih banyak terdapat ochaya (rumah minum teh) dan juga berbagai restoran tradisional Jepang. Distrik Gion ini juga memiliki suasana yang masih cukup terjaga keasliannya, dengan berbagai bangunan kuno berarsitektur klasik Jepang sehingga nuansa ala kota tua cukup kental terasa disini.

Gion [foto: Isoyan/wikimedia]
Gion [foto: Isoyan/wikimedia]
Lalu tempat mana saja yang direkomendasikan untuk dikunjungi di Gion ini? Salah satu tempat yang paling populer adalah Hanami-koji, sebuah jalan yang membentang dari Shijo Avenue ke Kenninji Temple.

Tempat ini memiliki banyak restoran Jepang dan juga machiya (rumah pedagang Jepang) yang sengaja dipertahankan dan kini banyak difungsikan sebagai restoran yang menyajikan Kaiseki Ryori.

Hanami-koji di Gion [foto: Yanajin33/wikimedia]
Hanami-koji di Gion [foto: Yanajin33/wikimedia]
Tempat lain di Gion yang menarik untuk dikunjungi adalah area Shirakawa yang berada di sekitar Shirakawa Canal. Di tempat ini banyak terdapat restoran kelas atas dan ochaya. Namun ingat, jika kalian termasuk budget traveler, jangan coba-coba mampir ke restoran ini ya! (karena harganya bisa sangat mencekik dompet)

Deretan pohon di sekitar Shirakawa, Gion [foto: Chris J/wikimedia]
Deretan pohon di sekitar Shirakawa, Gion [foto: Chris J/wikimedia]

#6: Gion – Yasaka Shrine

Biaya: 0 yen*
Waktu tempuh: bervariasi

#7: Yasaka Shrine

(Estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Harga tiket: free

Kuil yang terletak di ujung Shijo Avenue (jalan utama di Gion) ini populer juga dengan sebutan Gion Shrine. Kuil ini merupakan salah satu kuil terpopuler di Kyoto karena beberapa faktor. Pertama, karena kuil ini merupakan tuan rumah untuk festival terbesar di Kyoto dan juga salah satu yang terbesar di Jepang, yaitu Gion Matsuri.

Kedua, tentu saja karena faktor lokasinya yang terletak di Kyoto. Dan ketiga, kuil ini juga mudah di akses dari Distrik Higashiyama, salah satu distrik terpopuler di Kyoto. Jadi, tak ada alasan untuk tidak mengunjungi kuil ini, khususnya jika teman-teman tengah berada di Gion. Kuil ini juga cocok untuk menutup rangkaian itinerary hari ini.

Gerbang utama Yasaka Shrine [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
Gerbang utama Yasaka Shrine [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
Sekian contoh itinerary kali ini. Mudah-mudahan saya bisa membagikan contoh itinerary lainnya di kesempatan lain. Semoga bermanfaat!

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments