Bicara tentang pesona wisata Kyoto, kesan pertama yang langsung terbayang adalah aneka kuilnya yang megah nan anggun yang mana sebagian diantaranya telah menempuh perjalanan waktu ribuan tahun; aroma jejak peninggalan keluarga kerajaan yang masih terasa; dan tentu saja ada imaji tentang geisha yang melintas di jalanan kota, dengan latar bangunan-bangunan tua yang usianya jauh lebih tua dari kakek-nenek kita.

Itulah sebagian image yang terpatri setiap kali nama Kyoto disebut. Kota yang terletak di region Kansai tersebut memang punya segudang pesona yang sulit untuk diabaikan. Tak heran jika Kyoto laris manis menjadi salah satu kota tujuan wisata Jepang favorit bagi para traveler, termasuk traveler dari Indonesia.

Namun, jangan hanya puas untuk sekedar datang dan update status Facebook kalau kalian tengah berada di Kyoto. Kota cantik ini punya segudang pesona yang tak hanya memukau penglihatanmu, namun juga legit untuk dibagikan dalam akun Instagram-mu.

Coba deh abadikan sejumput kenangan di tempat-tempat fotogenik berikut ini. Jangan salahkan jika follower Instagram kalian bakal ikut jatuh cinta dengan Kyoto, seperti halnya kalian yang akan terus rindu untuk kembali bisa menjejakkan kaki lagi di kota ini.

 

1. Gemerisik bunyi dedaunan bambu di Arashiyama Bamboo Forest tak hanya sukses menenangkan hati yang galau. Pemandangan hutan bambu ini pun akan terlihat keren di Instagram-mu.

Arashiyama Bamboo Forest, via frenchiesenvoyage/instagram
Arashiyama Bamboo Forest, via frenchiesenvoyage/instagram

Hutan bambu sih banyak ditemukan di Indonesia. Tapi pemandangan jalan setapak membelah hutan bambu yang tingginya menjulang beberapa puluh meter? Itu baru luar biasa. Epik. Dan pemandangan tersebut bisa kalian temukan di Arashiyama Bamboo Forest di Kyoto, yang secara wajar dianggap sebagai salah satu pemandangan ikonik di Kyoto.

Menyusuri jalan setapak diantara deretan pohon bambu yang berdiri rapat jelas memberikan sebuah pengalaman yang sensasional. Apalagi pada momen dimana batang bambu sedikit menari kala ditiup angin, dan gemerisik dedaunannya terasa menggelitik telinga; membuat jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini pun terasa lebih panjang dari seharusnya karena waktu yang seolah berhenti disini. Bagian paling kerennya, jalan ini bisa kalian jelajahi tanpa tiket apapun alias gratis.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/dozPp
Akses: jalan kaki 5-10 menit dari Stasiun Saga-Arashiyama

 

2. Alam takkan pernah berhenti memukaumu. Begitu juga dengan keindahan lembah sungai Hozugawa yang dapat kalian nikmati sambil menaiki Sagano Romantic Train dan Hozugawa River Cruise.

Lembah Sungai Hozu, via kallae83/instagram
Lembah Sungai Hozu, via kallae83/instagram

Sungai Hozu, atau Hozugawa, merupakan salah satu sungai yang punya makna sejarah penting bagi warga Kyoto. Semula sungai ini berfungsi sebagai jalur logistik dan transportasi. Saat popularitas jalur air sudah digantikan oleh jalur darat, sungai ini tetap saja mengundang orang untuk datang dan mengagumi keindahan pemandangan lembah di tepian sungai yang selalu berubah di keempat musim.

Ada dua cara istimewa untuk menikmati suasana di lembah sungai Hozu, yaitu dengan menggunakan Sagano Romantic Train dan Hozugawa River Cruise. Untuk pengalaman maksimal, lakukan saja kedua cara ini! Pertama, naiklah kereta wisata Sagano Romantic Train dari Stasiun Torokko-saga menuju Stasiun Torokko-kameoka. Lanjutkan dengan naik bus menuju titik keberangkatan Hozugawa River Cruise untuk naik kapal menyusuri sungai Hozu kembali ke arah hilir.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/eA10b
Biaya:

 

3. Selesai mengarungi Sungai Hozu, jangan lupa menyematkan keindahan jembatan ikonik Togetsukyo dalam galeri Instagram-mu.

Jembatan Togetsukyo, via mitsu_uno/instagram
Jembatan Togetsukyo, via mitsu_uno/instagram

Petualangan menggunakan perahu menyusuri Sungai Hozu akan bermuara di dekat sebuah jembatan paling ikonik di kawasan Arashiyama, yaitu jembatan Togetsukyo. Sekilas, bentuk jembatan ini terlihat sederhana. Namun jika diabadikan bersama pemandangan gunung yang jadi latar belakangnya, derajat keatraktifan jembatan ini pun akan meningkat berkali lipat.

Mau meningkatkan derajat kekerenan jembatan ini hingga ke level maksimal? Datanglah pada periode terbaik, seperti saat bunga Sakura di sekitar jembatan mulai bermekaran di musim semi; atau saat pepohonan di gunung yang jadi latar belakang jembatan ini mulai berubah warna di musim gugur; maupun saat jembatan Togetsukyo diberi iluminasi khusus pada momen festival Hanatoro di musim dingin.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/pr40y

 

4. Bukan sekedar nama, tapi paviliun emas di kuil Kinkakuji ini betul-betul terbuat dari emas. Kemilaunya yang tak lekang oleh waktu akan mengajari kalian tentang makna keindahan yang sebenarnya.

Seorang turis berkimono berpose di depan paviliun emas, via kanokrat_tawokhat/instagram
Seorang turis berkimono berpose di depan paviliun emas, via kanokrat_tawokhat/instagram

Salah satu bangunan yang paling banyak diabadikan di Kyoto adalah pavilun emas yang dimiliki oleh kuil Kinkakuji. Jadi, belum sah rasanya mengunjungi Kyoto jika kalian belum menambahkan sentuhan efek Instagram pada paviliun cantik yang terletak di tengah danau ini. Untuk melengkapi koleksi foto Instagram bertema Kinkakuji, berpose di tempat minum teh outdoor yang ada di jalur keluar akan menambahkan elemen “Jepang” dalam momen wisata kalian.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/jsyIB
Akses: 5 menit jalan kaki dari halte bus Kinkakuji-michi mae (bus no 101, 102, 204, 205)
Harga tiket: JPY400* (dewasa)
Website: < link > http://www.shokoku-ji.jp/k_access.html#

 

5. Walau nggak sungguh-sungguh berselimut perak, paviliun perak di kuil Ginkakuji tetap terlihat menawan dalam balutan efek kamera Instagram.

Ginkakuji, via kanokrat_tawokhat/instagram
Ginkakuji, via kanokrat_tawokhat/instagram

Kyoto punya paviliun yang terbuat dari emas asli di kuil Kinkakuji. Selain paviliun emas, ada juga paviliun perak yang terdapat di kuil Ginkakuji. Sayangnya paviliun perak ini hanya sekedar nama, alias nggak sungguh-sungguh terbuat dari perak.

Pemilik awal dari paviliun perak ini adalah keturunan dari pendiri paviliun emas yang memang punya ambisi untuk menyaingi kejayaan nenek moyangnya dengan membangun paviliun tandingan. Sayangnya, hingga abad berganti pun paviliun ini nggak pernah merasakan kilaunya perak melapisi dindingnya.

Walau begitu, gaya arsitekturnya yang cukup mirip dengan paviliun emas membuat paviliun perak ini cukup keren dalam galeri Instagram-mu. Dan, jangan lupa juga untuk mengabadikan lautan pasir putih beserta gunung pasir buatan berbentuk kerucut terpancung yang menghiasi halaman Ginkakuji; sesuatu yang nggak bakalan kalian temukan di paviliun emas Kinkakuji.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/RRMQ3
Akses: naik bus no 5, 17, atau 100 dari Stasiun Kyoto
Harga tiket: JPY500*
Website: < link > http://www.shokoku-ji.jp/k_access.html#

 

6. Sambangilah Fushimi Inari Taisha, dan rasakan sendiri sensasi dramatis saat menyusuri ribuan torii berwarna merah.

Fushimi Inari Taisha, via sherendevina/instagram
Fushimi Inari Taisha, via sherendevina/instagram

Mau menambahkan unsur dramatis dalam galeri Instagram-mu? Kunjungilah kuil Fushimi Inari Taisha. Kuil ini memiliki sesuatu yang nggak dimiliki oleh kuil lain yang ada di Kyoto, yaitu senbon torii. Apa itu senbon torii?

Sebelum kenalan dengan senbon torii, ketahui dulu jika kuil Shinto memiliki sebuah pintu gerbang yang khas, yaitu berbentuk 2 pilar dengan batang horizontal di bagian atasnya dan disebut torii. Nah, senbon torii di Fushimi Inari Taisha ini sejatinya merupakan torii yang biasa ditemukan di berbagai kuil.

Hanya saja jumlahnya sangat fantastis karena mencapai ribuan torii! Aneka torii ini disusun rapat hingga membentuk lorong berwarna merah. Cobalah untuk melangkahkan kaki menyusuri lorong ini dari ujung ke ujung. Tak hanya nuansa dramatis yang akan didapat saat menikmati cahaya yang jatuh disela-sela torii. Kalian pun bisa mengabadikan sepenggal suasana fantastis untuk disematkan dalam Instagram.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/tMJmB
Akses: via Stasiun JR Inari
Website: < link > http://inari.jp/

 

7. Jangan lupa untuk menyambangi kuil Kiyomizu-dera. Dari panggung kayunya yang tersohor itu kalian dapat menikmati pemandangan Kyoto dari ketinggian, dan foto-foto yang akan membuat takjub follower Instagram-mu.

Kiyomizudera, via jhw_snap/instagram
Kiyomizudera, via jhw_snap/instagram

Dari sekian banyak tempat fotogenik yang tersebar di penjuru Kyoto, Kiyomizudera termasuk salah satu yang paling mencuri perhatian para pecinta fotografi. Bintang utamanya tentu saja adalah panggung kayu setinggi 12 meter yang usianya sudah ratusan tahun. Jika dilihat dari hall Okunoin yang ada di sebelahnya, panggung kayu ini seolah terlihat berdiri anggun di tengah rimbunnya pepohonan, dengan latar pemandangan kota Kyoto di kejauhan.

Namun, jujur saja. Kiyomizudera ini termasuk salah satu spot yang paling mudah ditemukan dalam galeri Instagram para traveller yang pernah mampir di Kyoto. Walau begitu, kalian tetap bisa menambahkan sesuatu yang unik untuk membedakannya dari jepretan traveller lain.

Kuncinya ada pada pemilihan waktu berkunjung yang tepat. Jika kebanyakan foto mengabadikan keanggunan panggung kayu ini di tengah hamparan pohon berwarna hijau, mengapa tak mencoba melirik spot ini di musim gugur saat dedaunan berwarna merah menyala? Atau datanglah saat kuil ini tengah bermandi cahaya khusus, yaitu pada periode iluminasi Hanatoro di bulan Maret dan saat iluminasi musim gugur di pertengahan November.

Bonus:

Pagoda Koyasu yang terletak di ujung selatan area kuil ini termasuk salah satu spot keren untuk diabadikan lho. Dan kabarnya mereka yang mengunjungi tempat ini akan diberi kelancaran dalam proses melahirkan.

Pagoda Koyasu, via hansprawatya/instagram
Pagoda Koyasu, via hansprawatya/instagram

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/JhiqX
Akses: 10 menit jalan kaki dari halte bus Gojozaka (bus no 206), Kiyomizu-michi (bus no 207), atau Higashiyama Gojo (bus no 18)
Harga tiket: JPY 300* (dewasa), JPY 200* (pelajar SD-SMP)
Website: < link > http://www.kiyomizudera.or.jp/lang/01.html

 

8. Berlarilah menembus waktu di kawasan Higashiyama. Suasananya yang dipenuhi oleh bangunan lama akan membuat kalian seolah kembali ke masa ratusan tahun silam.

Higashiyama, via danielkordan/instagram
Higashiyama, via danielkordan/instagram

Jika aroma masa lalu adalah sesuatu yang kalian cari, maka distrik Higashiyama takkan mengecewakan kalian. Distrik yang berada satu kawasan dengan beberapa kuil populer di Kyoto, seperti Kiyomizudera, Kodai-ji, dan Yasaka Jinja ini memang populer karena nuansa jadulnya yang sangat terasa karena di kawasan ini ada banyak toko souvenir, kafe, dan restoran yang berdiri di bangunan berusia ratusan tahun dengan kondisi yang sangat apik.

Percayalah, di distrik ini kalian dapat dengan mudah membayangkan samurai melintas di jalanan kota ratusan tahun silam, dan sosok ninja yang bersembunyi di atap rumah sambil mengintai targetnya. Terdengar keren kan?

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/4PDxn
Akses: 10-15 menit jalan kaki dari Stasiun Kiyomizu-Gojo atau Stasiun Gion-Shijo (Keihan Line)

 

9. Jika kemisteriusan geisha menjadi alasan utama kedatangan kalian ke Kyoto, mengapa tak mencoba menangkap sosoknya yang melintas di jalanan Gion?

Geisha, via rissasbeautyandboxaddiction/instagram
Geisha, via rissasbeautyandboxaddiction/instagram

Sudah jadi rahasia umum jika Kyoto identik dengan eksistensi geisha (atau ‘geiko’ dalam dialek Kansai) dan nggak sedikit traveler yang bermimpi bisa melihat geisha asli dalam kunjungannya ke Kyoto.

Sayangnya, kadang kenyataan terasa kejam bagi wisatawan yang budget wisatanya berkelas dhuafa. Untuk bisa makan malam ditemani oleh geisha, seorang tamu harus menyiapkan biaya belasan hingga puluhan ribu yen.

Karenanya, jika sebatas ingin melihat langsung dan mengagumi sosok geisha, cobalah untuk mengabadikan sosoknya yang tengah berangkat menuju tempat kerja. Geisha biasanya terlihat melintas di jalanan hanamachi (=distrik geisha) seperti Gion, Pontocho, Kamishichiken, dan Miyagawacho pada sore hari hingga menjelang waktu makan malam.

Namun jagalah sikap dan jangan terlalu menjiwai peran sebagai paparazi, karena beberapa tahun ini para geisha dan maiko kerap mengeluhkan sikap wisatawan yang kadang norak dan agresif saat bertemu mereka.

Tips:

Terkadang wisatawan sulit membedakan mana geisha asli dan mana orang biasa yang mengenakan kostum kimono. Cara untuk membedakannya gampang-gampang susah. Geisha atau maiko (geisha magang) asli nggak akan mau repot-repot berhenti dan berpose untuk wisatawan karena mereka hanya keluar rumah untuk bekerja. Berbeda dengan wanita berkimono lainnya yang mungkin dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bareng.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/W5REj

 

10. Semilir angin yang membelai pohon Sakura dan gemericik aliran air yang mengalun di kanal Danau Biwa; itulah yang membuat Philosopher’s Path sulit diabaikan oleh kamera para traveller.

Philosopher’s Path, via danielkordan/instagram
Philosopher’s Path, via danielkordan/instagram

Pernah melihat pemandangan sebuah jalan setapak di tepi sebuah kanal kecil dengan pepohonan rindang ditepinya? Mungkin yang kalian lihat adalah Tetsugaku no Michi atau Philosopher’s Path, sebuah jalan setapak yang posisinya nggak begitu jauh dari kuil Ginkakuji.

Jalan ini sangat tersohor sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati mekarnya bunga Sakura di musim semi. Untuk momen terbaik, jangan lupa untuk memastikan jadwal mekarnya Sakura sebelum melipir ke tempat ini.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/C96Yo

 

11. Pagoda Toji Temple ini tak hanya indah untuk dikagumi. Bentuknya yang ikonik pun mampu membuat kalian terkenang pada Kyoto setiap kali melihat fotonya.

Pagoda di Toji Temple, via traveldesignerss/instagram
Pagoda di Toji Temple, via traveldesignerss/instagram

Dari sekian banyak pagoda yang terdapat di berbagai kuil di Jepang, pagoda 5 tingkat di Toji Temple termasuk salah satu yang istimewa. Dengan tinggi mencapai 57 meter, pagoda ini ditasbihkan sebagai pagoda tertinggi di Jepang sekaligus menjadi simbol kota Kyoto yang sesungguhnya. Karenanya, sungguh sayang jika melewatkan kesempatan untuk bisa mengabadikan keindahan pagoda beserta taman didekatnya dalam lawatan kalian ke Kyoto.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/I3XIG
Akses: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Toji
Harga tiket: JPY500*
Website: < link > http://www.toji.or.jp/

 

12. Walau tak selamanya ada di Kyoto, rumah minum teh dari kaca di Shogunzaka Mound ini terlalu memukau untuk diabaikan. Buruan kesini sebelum April 2016 ya!

Rumah minum teh di Shogunzaka Mound, via acorpions/instagram
Rumah minum teh di Shogunzaka Mound, via acorpions/instagram

Shogunzaka Mound mungkin kalah tenar dibanding obyek wisata top lainnya di Kyoto, seperti Fushimi Inari Taisha dan Kinkakuji. Namun, konon dari tempat inilah Kaisar Kanmu mengamati keadaan sekitar sebelum menitahkan pembangunan Kyoto sebagai ibukota Jepang.

Tempat yang menjadi bagian dari kuil Shorenin ini pun meneruskan tradisinya menjadi salah satu spot terbaik untuk mengamati Kyoto dari ketinggian, dan pada hari cerah, kalian bisa melihat hingga ke Osaka.

Ada dua dek observasi di area ini. Yang tengah hits untuk tahun ini adalah dek observasi utara, karena saat ini sebuah rumah minum teh dari kaca transparan yang dibuat oleh seniman Jepang ternama yaitu Yoshioka Tokujin tengah dipamerkan disana. Sayangnya, rumah minum teh nan keren ini nggak selamanya menetap di area ini, karena rencananya tempat ini telah dibongkar pada bulan April 2016.

Lokasi: < google maps > https://goo.gl/maps/nL5OZ
Akses: 30 menit naik taksi dari Stasiun Kyoto
Harga tiket: JPY500*
Website: < link > http://www.shorenin.com/english/shogunzuka/

 

13. Untuk menutup harimu, temukan ketenangan magis di tengah damainya suasana Kibune.

Kibune Jinja, via shiho_kawa/instagram
Kibune Jinja, via shiho_kawa/instagram

Terletak di sisi utara pegunungan Kyoto, kota kecil yang berada di lingkungan lembah dan hutan ini memang memiliki pesona keindahan dan ketenangan suasana yang tak terelakkan.

Karenanya, traveller pecinta hiking dan fotografi tak segan untuk mengunjungi Kibune walau jaraknya cukup jauh dari pusat kota Kyoto khususnya saat mereka ingin melarikan diri dari teriknya mentari di musim panas, dan saat dedaunan mulai berubah warna di musim gugur. Ngomong-ngomong, spot paling populer yang tak pernah luput dari jepretan kamera wisatawan adalah deretan lentera menuju kuil Kibune yang jadi daya tarik utama kota ini.

 

Itu baru secuil pesona Kyoto yang bakalan terlihat menawan jika diabadikan dalam galeri Instagram kalian. Masih banyak destinasi lainnya yang tak sempat disebut dalam tulisan ini karena jumlahnya yang berlimpah ruah. Mengapa kalian tak mulai saja menjelajah seluruh penjuru Kyoto dan jangan pelit untuk membagi spot menarik versi kalian di Instagram.

 

baca juga :

Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto : Sightseeing Spot

Japan Shopping Guide: Kyoto Area

Comments

comments