Ada yang sudah membaca tulisan saya tentang akomodasi hemat di Jepang? Bisa dilihat bukan jika di negara Kamen Rider itu jenis akomodasinya cukup beragam. Tak sedikit pula yang menawarkan pengalaman menginap yang unik, salah satunya adalah Capsule Hotel alias hotel kapsul.

Capsule Inn Wakayama [foto: m-louis]
Capsule Inn Wakayama [foto: m-louis]
9H Capsule Hotel di Kyoto [foto: Kawanet]
9H Capsule Hotel di Kyoto [foto: Kawanet]
 

Saya rasa banyak Jalan2ers yang telah mendengar tentang hotel kapsul, terutama yang sedang merencanakan perjalanan wisata ke Jepang. Hotel kapsul memang termasuk salah satu jenis akomodasi yang mengundang rasa penasaran karena termasuk jarang ditemukan di luar Jepang.

Bahkan bisa dibilang hotel kapsul sudah sangat identik dengan akomodasi khas Jepang. Baru beberapa tahun terakhir saja mulai muncul akomodasi sejenis di beberapa negara seperti Cina dan Singapura. Karenanya tak heran jika mayoritas wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang memilih (atau setidaknya mempertimbangkan) hotel kapsul sebagai salah satu pilihan akomodasinya.

Alasannya bervariasi, mulai dari keinginan untuk dapat pengalaman menginap yang berbeda, sekedar penasaran dengan akomodasi unik ini, hingga faktor harga yang rata-rata relatif lebih murah dibanding hotel biasa.

Suasana di sekitar kapsul tidur [foto: Kojach, Travis Hornung]
Suasana di sekitar kapsul tidur [foto: Kojach, Travis Hornung]
Suasana di sekitar kapsul tidur [foto: Kojach, Travis Hornung]
Suasana di sekitar kapsul tidur [foto: Kojach, Travis Hornung]
 

Fenomena hotel kapsul sudah mulai muncul sejak tahun 1970-an, tepatnya mulai tahun 1979 sejak hotel kapsul pertama beroperasi di Osaka. Seperti jamur, jenis hotel ini langsung menyebar kini mudah ditemukan di berbagai penjuru Jepang.

Hotel ini disebut sebagai hotel kapsul karena ruangan menginapnya berukuran mini, identik dengan ukuran kapsul yang mungil-mungil. Dan percaya deh, ukuran ruangannya memang mungil lho. Rata-rata hanya berkisar 1 m x 1 m x 2 m atau 1,25 m x 1,25 m x 2 m. Jadi bagi penderita klaustrophobia maupun jika memiliki postur tubuh yang terlalu tinggi, disarankan untuk menghindari tipe akomodasi ini. Model kapsulnya sendiri bervariasi, ada yang memanjang ke dalam, ada juga yang melebar ke samping.

Deretan kapsul tidur [foto: Kojach]
Deretan kapsul tidur [foto: Kojach]
Kapsul bentuk memanjang [foto: LHOON]
Kapsul bentuk memanjang [foto: LHOON]
Kapsul bentuk melebar [foto: MagneticGlobetrotter]
Kapsul bentuk melebar [foto: MagneticGlobetrotter]
 

Ada yang penasaran nggak, apa saja yang ada dalam ruangan semungil itu? Dan kira-kira nyaman nggak sih tinggal dalam kamar di hotel kapsul? Diluar dugaan, kamar dalam hotel kapsul lebih nyaman dari yang terlihat. Selain terdapat kasur dan selimut, biasanya ruangan kapsul sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti televisi (lengkap dengan remote control), tombol pengatur lampu, radio, lampu baca, dan lain-lain.

Dindingnya rata-rata terbuat dari fiber glass, jadi usahakan jangan membuat keributan karena dapat mengganggu tamu lainnya. Susunan kamarnya biasanya berderetan dan terdiri dari dua tingkat (atas dan bawah), dan untuk mencapai kamar yang di atas dapat menggunakan tangga mini (yang biasanya menjadi satu dengan dinding kapsul).

Interior kapsul [foto: Kanjiroushi]
Interior kapsul [foto: Kanjiroushi]
TV & panel kontrol [foto: Kojach]
TV & panel kontrol [foto: Kojach]
Jenis panel kontrol lainnya [foto: mdid]
Jenis panel kontrol lainnya [foto: mdid]
Di dalam kapsul [foto: Kimishowota]
Di dalam kapsul [foto: Kimishowota]
 

Tertarik untuk menginap di hotel kapsul? Berikut beberapa fakta trivia yang wajib diketahui oleh wisatawan yang tertarik mencoba hotel kapsul:

  1. Hotel kapsul biasanya memiliki target konsumen dengan gender yang spesifik, seperti khusus untuk tamu pria maupun khusus untuk wanita. Namun ada juga yang menerima tamu pria dan wanita, dengan area tidur yang dipisahkan sesuai jenis kelamin.
  2. Proses registrasi di setiap hotel dapat berbeda. Ada yang melalui prosedur standar seperti akomodasi lainnya, ada juga yang sistemnya harus membeli voucher via vending machine.
Tiket via vending machine [foto: Diisbona]
Tiket via vending machine [foto: Diisbona]
  1. Setelah melakukan registrasi, pengunjung akan mendapat nomor locker yang sesuai dengan nomor kamar. Simpanlah barang-barang di dalam locker (karena ukuran kamar hanya cukup untuk tidur), dan jangan menyimpan barang berharga dalam kamar tidur (karena kamar tidak bisa dikunci). Biasanya kunci locker dapat diikatkan pada pergelangan tangan sehingga tidak mudah hilang.
Locker room [foto: Kanjiroushi]
Locker room [foto: Kanjiroushi]
  1. Rata-rata hotel kapsul menyediakan fasilitas yang dapat dinikmati bersama seperti lounge dan juga kamar mandi umum. Perhatikan tata cara mandi di pemandian ala Jepang sebelum masuk ke ruang mandi ya!. Ada juga yang melengkapi hotelnya dengan fasilitas ekstra lainnya seperti coin laundry, ruang hiburan, perpustakaan manga, warnet, restoran, Wi-Fi, dan sebagainya. Walau begitu, tak sedikit juga yang hanya menyediakan fasilitas berupa vending machine saja. Tambahan informasi, perhatikan dengan detail kegiatan apa saja yang hanya boleh dilakukan di ruang bersama (dan dilarang dilakukan di kapsul) . Merokok maupun makan termasuk aktifitas yang hanya boleh dilakukan di ruang bersama.
Pemandian umum di salah satu hotel kapsul [foto: Kojach]
Pemandian umum di salah satu hotel kapsul [foto: Kojach]
  1. Biasanya hotel akan menyediakan pakaian ganti (piyama maupun yukata) dan sandal kamar. Jadi setelah meletakkan barang di dalam locker, ganti sepatu dengan sandal kamar. Setelah mandi, barulah ganti baju bawaan dengan baju ganti yang telah disediakan.
  2. Seperti yang telah disebut sebelumnya, pintu kapsul tidak dapat dikunci. Untuk mendapatkan privasi, bisa dilakukan dengan menutup pintu dan menarik tirai/kerai pada pintu.
  3. Waktu check indan check outsetiap hotel bervariasi. Ada hotel kapsul yang menerapkan tarif per-malam, ada juga yang menerapkan tarif per-jam maupun membagi tarif berdasarkan periode jam masuk.
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
Contoh tarif hotel kapsul [foto: Jam_232, clango, Stéfan]
  1. Ada hotel kapsul yang di desain dengan gaya yang sedikit berbeda dari biasanya. Misalnya saja Capsule Ryokan di Kyoto yang mendesain ruang kapsulnya bergaya tradisional Jepang. Cocok dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mencoba hotel kapsul dengan suasana lain.
Hotel kapsul dengan suasana ryokan [foto: Haversack]
Hotel kapsul dengan suasana ryokan [foto: Haversack]
  1. Perlu diperhatikan, beberapa hotel menerapkan aturan tambahan seperti dilarang masuk jika memiliki tato (baik tato permanen, temporer, maupun tato bohongan). Tujuannya untuk menghindari yakuza(mafia Jepang) yang berpotensi membuat keributan, serta karena di Jepang tato masih identik dengan kriminal. Jadi jika memiliki tato, perlu ekstra melihat-lihat aturan yang berlaku dalam hotel tersebut.
Contoh aturan di salah satu hotel kapsul [foto: Andresmh]
Contoh aturan di salah satu hotel kapsul [foto: Andresmh]

Ada satu fakta lain tentang hotel kapsul. Hotel jenis ini tak hanya populer di kalangan wisatawan asing lho, namun juga bagi penduduk lokal. Biasanya yang menginap di hotel kapsul adalah karyawan yang terlalu asyik bekerja hingga ketinggalan kereta terakhir, atau mereka yang baru pulang dari pesta maupun acara minum-minum dan terlalu mabuk untuk pulang ke rumah (bisa juga karena malu atau takut dimarahi oleh pasangannya).

Jadi jangan heran jika sebagian hotel kapsul juga menyediakan vending machine maupun counter/toko yang menjual beragam keperluan untuk pergi ke kantor, seperti kaos kaki, kemeja, dasi, dan sebagainya..

Toko kecil di sebuah hotel kapsul [foto: gTunes]
Toko kecil di sebuah hotel kapsul [foto: gTunes]

Sekian beberapa fakta trivia tentang hotel kapsul. Lain kali saya akan membahas jenis-jenis akomodasi unik lainnya di Jepang..

 

* Seluruh foto diambil dari flickr, via creative commons.

Comments

comments