“Even the pigeons are dancing, kissing, going in circles, mounting each other.
Paris is the city of love, even for the birds.”
Samantha Schutz

Bicara tentang kota Paris, pasti takkan lepas dari beberapa julukan berikut ini: Kota Cinta (the City of Love), Kota Cahaya (the City of Light), dan Ibu Kota Fashion (the Capital of Fashion). Semua itu menjadi bagian dari identitas kota Paris, yang akhirnya memikat para wisatawan untuk datang dan berkunjung kesana.

Tak heran jika Paris kemudian menjadi salah satu destinasi wisata populer di wilayah Eropa, sekaligus menjadi salah satu destinasi bulan madu favorit bagi wisatawan yang ingin membangun kenangan sebagai salah satu pasangan baru di salah satu kota teromantis di dunia ini.

Menjelajah Paris bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampang jika kalian telah terbiasa dengan kota ini, namun mungkin agak sedikit membingungkan bagi mereka yang baru pertama datang kesana.

Untuk first time traveller yang berencana mengunjungi kota ini, kalian bisa mulai dengan mengenal berbagai informasi dasar mengenai Paris berikut ini; termasuk mengetahui destinasi apa saja yang wajib dikunjungi selama berada disana. Kenali juga tips dan trik menjelajah Paris untuk memaksimalkan liburan kalian di kota tersebut.

*             *             *             *             *

Informasi Dasar

Paris, via orbis-travel

Sebagai ibu kota negara Perancis, kota Paris sekaligus menjadi kota kosmopolitan terpadat di negara tersebut. Kota ini terletak di sisi utara Perancis, dan dihuni oleh setidaknya 2,2 juta penduduk di area kotanya, dan total 12 juta penduduk di seluruh area metropolitannya. Kota ini di sisi utara negara Perancis, dengan bentuk topografi tanah yang relatif datar dan terletak di ketinggian 35 meter hingga 130 meter di atas permukaan laut.

Sejarah Paris dimulai sejak Parisii, sebuah sub-suku dari Celtic Senones, mulai bermukim di daerah (yang kini menjadi kota Paris) pada pertengahan abad ke-3 Sebelum Masehi. Mulai Abad Pertengahan, Paris kemudian dikenal sebagai pusat politik, ekonomi, keagamaan, serta menjadi ibu kota Perancis.

Berbagai bangunan penting dan aneka landmark pun kemudian didirikan di kota tersebut, yang pesonanya masih bisa dinikmati hingga saat ini karena Paris tidak pernah dilanda bencana besar maupun peperangan dahsyat.

*             *             *             *             *

Daya Tarik Paris

Love padlocks di Paris, via korona-spb

Pariwisata di Paris memang sempat menurun paska dua serangan teroris pada tahun 2015, serta serangan di Nice tahun 2016. Namun secara keseluruhan, Paris masih tetap konsisten masuk dalam daftar kota yang wajib dikunjungi di wilayah Eropa Barat. Salah satu alasannya terletak pada julukan “Kota Cinta”, “Kota Cahaya”, dan “Ibu Kota Fashion” yang disematkan pada kota Paris.

Aneka julukan tersebut bukannya melekat tanpa alasan. Misalnya saja, dibalik julukan sebagai “Kota Cinta”, terselip sejumlah alasan mengapa Paris kemudian dikenal sebagai salah satu kota teromantis di dunia, yang kemudian identik dengan percintaan. Salah satu alasan utamanya konon karena atmosfir romantis yang sangat kental terasa di setiap penjuru kota, yang dihadirkan melalui berbagai bangunan klasik nan jadul yang masih terjaga dengan baik sampai saat ini.

Lanskap kota Paris, via 500px

Ya, Paris memang termasuk salah satu kota yang sangat menjaga atmosfir kotanya. Landscape kota beserta bangunan-bangunan lamanya masih sangat dipertahankan, apalagi karena kota ini tak pernah hancur lebur karena bencana alam maupun peperangan.

Skyline kota pun sangat dijaga, dan Menara Eiffel (tinggi 300 meter) masih tetap menjadi bangunan/struktur tertinggi di kota tersebut. Hal-hal seperti itulah yang membuat suasana Paris nyaris tak pernah berubah dari waktu ke waktu, sehingga atmosfirnya terasa begitu romantis.

Paris di malam hari, via ameveo

Paris juga dikenal sebagai salah satu kota yang selalu bertabur cahaya. Jika dilihat berdasarkan sejarah, Paris pun termasuk salah satu kota pertama di Eropa yang menggunakan gas sebagai sistem pencahayaan jalannya, sehingga kata ‘cahaya’ telah begitu identik dengan kota ini. Sedangkan untuk masa kini, tata cahaya di Paris, terutama pada spot-spot populernya, memang tidak main-main.

Misalnya saja pada Menara Eiffel, dirancang dengan iluminasi khusus yang membuat menara ini terlihat semakin menawan saat malam tiba, namun tetap mengedepankan konsep hemat energi. Tak hanya Eiffel, secara keseluruhan Paris memang terlihat semakin keren saat malam hari, terutama saat lampu-lampu mulai dinyalakan dan membuat berbagai bangunan kuno di kota tersebut seolah begitu hidup.

Tak heran jika Paris begitu pantas menyandang julukan sebagai Kota Cahaya, sekalipun julukan tersebut sekaligus mengacu pada pentingnya peranan Paris pada Masa Pencerahan (Age of Enlightenment) yang terjadi di Eropa pada abad ke-18.

Tampilan sebuah butik di Paris
Tampilan sebuah butik di Paris, via iwc

Sedangkan julukan Ibu Kota Fashion disematkan pada kota Paris karena kota tersebut menjadi tuan rumah bagi sejumlah desainer fashion kelas atas dan kosmetik ternama. Misalnya saja Lancôme, Yves Saint-Laurent, Dior, Chanel, dan banyak lagi. Dengan kata lain, Paris menjadi salah satu surga belanja bagi mereka yang mengaku pecinta merk-merk ternama.

Notre-Dame Cathedral
Notre-Dame Cathedral, via wiki-travel

Diluar daya tariknya sebagai Kota Cinta, Kota Cahaya, dan Ibu Kota Fashion, daya tarik Paris lainnya terletak pada sejumlah landmark yang popularitasnya mencapai kelas dunia. Sebut saja Museum Louvre, Arc de Triomphe, Notre-Dame Cathedral, dan tentu saja Menara Eiffel.

Tak hanya memiliki aneka landmark yang usianya sudah ratusan tahun, Paris juga memiliki sejumlah landmark modern dan obyek wisata terkini yang selalu sukses menarik wisatawan untuk berkunjung ke kota tersebut. Sebut saja Disneyland Resort Paris, Parc Astérix, dan lain-lain. Paris juga kaya akan museum-museum keren, sehingga mengunjungi museum menjadi salah satu aktifitas yang sangat direkomendasikan untuk dilakukan di Paris.

Sebuah restoran dengan view ke Menara Eiffel
Sebuah restoran dengan view ke Menara Eiffel, via hotelthatinspire

Diluar hal-hal yang sudah disebutkan di atas, masih ada daya tarik lain dari kota Paris, yaitu terletak pada kulinernya. Ya, Paris sudah sangat dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Eropa.

Kota ini kaya akan restoran yang menyajikan berbagai kuliner lezat, mulai dari restoran kaki lima, hingga restoran yang terletak di hotel berbintang lima. Tak sulit juga menemukan aneka restoran yang menawarkan pemandangan romantis, yang semakin menguatkan image Paris sebagai the City of Love.

*             *             *             *             *

Yang Wajib Dilakukan di Paris

  • Mengunjungi Aneka Landmark Populernya

Menara Eiffel
Menara Eiffel, via travelandleisure

Tak dapat dipungkiri, Paris memiliki banyak landmark yang sangat ikonik dan populer hingga ke mancanegara. Di antara sekian banyak landmark yang wajib dikunjungi selama berada di Paris, Menara Eiffel tetap berada di urutan teratas.

Kalian dapat naik ke menara tersebut untuk menikmati suasana di dalam maupun di sekitar menara, makan di restorannya, dan melakukan banyak hal lainnya. Namun jika antrian masuk ke Menara Eiffel terlalu panjang, kalian dapat menikmati Menara Eiffel dari kejauhan. Misalnya saja, dengan makan di restoran atau menginap di hotel yang menawarkan view ke Menara Eiffel.

Arc de Triomphe
Arc de Triomphe, via techtimes

Arc de Triomphe termasuk salah satu landmark yang juga sayang untuk dilewatkan. Jangan puas hanya dengan melihat dari kejauhan saja. Kalian dapat menaiki 284 anak tangga untuk mencapai puncak Arc de Triomphe, dan nikmati pemandangan ke arah sekitarnya dengan sepuas hati (karena posisi menara ini terletak di pusat kota Paris).

Sacré Coeur
Sacré Coeur, via tishineh

Masih banyak landmark lain untuk dikunjungi di Paris. Sacred Heart Basilica, Notre Dame Cathedral, Pantheon, Sainte Chapelle, Catacombs, Sacré Coeur, hingga Opera Garnier; hanyalah sebagian landmark yang terlalu keren untuk dilewatkan. Kalian juga bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi Châteu de Versailles atau Istana Versailles yang letaknya sedikit di luar Paris.

  • Main-main ke Museum Kerennya

Museum Louvre
Museum Louvre, via quizz

Paris punya banyak museum keren, dan The Louvre atau Louvre Museum selalu menempati peringkat pertama dari daftar museum yang wajib dikunjungi saat berada di Paris. Namun jika kalian lebih suka museum yang suasananya relatif lebih lenggang, pertimbangkan untuk mengunjungi museum-museum keren lainnya seperti Musée d l’Orangerie, Musée d’Orsay, Rodin Museum, Musée Marmottan, dan lain-lain.

  • Menelusuri Sungai Seine

Seine River Cruise dan Menara Eiffel
Seine River Cruise dan Menara Eiffel, via foxnews

Sungai Seine adalah jantungnya kota Paris. Di sekitar sungai ini terdapat sejumlah landmark ikonik Paris, seperti Museum Louvre, Notre-Dame Cathedral, the Sainte-Chapelle, Menara Eiffel, dan banyak lagi. Selain itu, di sungai ini terdapat beberapa jembatan indah yang kerap dijadikan sasaran obyek foto oleh para wisatawan, serta sejumlah pemandangan menarik lainnya yang sayang banget untuk dilewatkan.

Salah satu cara terbaik untuk menikmati pesona Sungai Seine yang sesungguhnya adalah dengan naik perahu. Dengan menggunakan cara tersebut, kalian tak hanya bisa bepergian dari satu tempat ke tempat lain, namun sekaligus bisa menikmati suasana kota Paris dari arah sungai. Alternatif lainnya, kalian dapat berjalan kaki di tepian Sungai Seine. Jika perlu, kalian bisa sekaligus mampir ke berbagai taman yang lokasinya tak jauh dari Sungai Seine untuk beristirahat sejenak.

  • Menjelajah Jalanan atau Kawasan Populer di Paris

Champs-Élysées
Champs-Élysées, via luksgezi

Paris punya banyak jalan yang popularitasnya sudah tersohor hingga ke mancanegara. Sebut saja Champs-Élysées yang kerap disebut-sebut sebagai salah satu jalan terindah di dunia. Namun jika kalian ingin mencari alternatif lain, kalian bisa melirik jalanan atau kawasan lain yang nggak kalah kerennya. Sebut saja La Coulée Verte (promenade plantée), Montmartre, atau menjelajah berbagai kanal dan sungai di Paris.

  • Shopping, Shopping, Shopping
Ilustrasi, via reuteren

Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika Paris termasuk salah satu surga belanja dunia, khususnya bagi para pecinta fashion. Kota ini memang menjadi tuan rumah bagi sejumlah merk ternama dan butik fashion milik desainer kelas dunia. Percayalah, tak sulit untuk menemukan berbagai spot belanja fashion di Paris.

Namun Paris bukan hanya milik mereka yang mencintai high fashion saja. Kota ini juga memiliki banyak alternatif tempat belanja lainnya, mulai dari pusat perbelanjaan modern, distrik belanja, hingga jalanan kecil tempat menjual aneka barang loakan. Jadi, jika kalian mengaku sebagai shopaholic dan memang berencana untuk melakukan wisata belanja di kota tersebut, siapkan budget kalian, ya!

  • Jalan Kaki Menelusuri Kota

Jalan kaki menelusuri Paris
Jalan kaki menelusuri Paris, via centraldereservas

Percaya atau tidak, jalan kaki mengelilingi Paris termasuk salah satu aktifitas yang disarankan untuk dilakukan di Paris. Daya tarik Paris yang sesungguhnya baru akan terasa begitu kalian melangkahkan kaki di antara bangunan-bangunan lama, keluar masuk jalan yang bukan jalan utama, apalagi kalau aktifitas tersebut dilakukan saat lampu kota mulai dinyalakan. Pada momen seperti itulah kalian akan sepakat kalau julukan Paris the City of Love tak sembarangan.

  • Kulineran

Café pinggir jalan di Paris
Café pinggir jalan di Paris, via hobiz

Sebagai tuan rumah dari 66 restoran berbintang Michelin, Paris tentu saja menjadi salah satu surga kuliner. Apalagi Paris memang sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu kiblatnya kuliner di Eropa. Ingin merasakan kuliner mewah di hotel berbintang 5? Nongkrong di kafe pinggir jalan sambil menikmati lalu lintas Paris? Atau mungkin kalian lebih suka bistro sederhana yang menawarkan rasa authentic? Semua bisa dilakukan di Paris.

  • Main ke Disneyland Paris

Disneyland Paris
Disneyland Paris, via onedio

Sejak Disneyland Paris mulai beroperasi pada 12 April 1992, tempat ini secara konsisten menjadi taman wisata favorit di Paris. Bahkan hingga saat ini, Disneyland Paris masih konsisten menjadi theme park yang paling banyak dikunjungi di Eropa. Jadi, masih perlu alasan untuk pergi ke Disneyland Paris?

  • Melakukan Side-Trip ke Kota Lain

Istana Versailles
Istana Versailles, via chuansong

Jika kalian menginginkan variasi suasana lain saat tengah berada di Paris, kalian bisa mempertimbangkan untuk melakukan side-trip. Rouen, Provins, Fontainebleau, Saint-Germain-en-Laye, hingga Versailles, hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat dari Paris.

*             *             *             *             *

Mitos VS Fakta

Kerusuhan di Paris
Kerusuhan di Paris, via capital.fr

Mereka yang terkena “sindrom Paris” mungkin akan bermimpi jika Paris adalah tempat yang bertabur romantisme tanpa akhir, dan betul-betul bergelimang cahaya. Tak sedikit yang mengira jika Paris yang digambarkan dalam berbagai brosur wisata itu memanglah seindah kenyataannya.

Padahal, Paris tak ada bedanya dengan kota lainnya di dunia ini. Sekalipun Paris identik dengan cinta, cahaya, dan fashion, kota ini pun tak luput dari berbagai kriminalitas dan vandalisme, sekalipun jumlahnya mungkin tidak terlalu banyak. Kemacetan, pencopetan, coretan di fasilitas publik, hingga masalah sampah dan kotoran; termasuk hal-hal yang masih bisa kalian temukan di Paris. Bahkan, kadang kerusuhan pun bisa kalian temukan disana.

Selain itu, sekalipun kota ini dikenal sebagai Ibu Kota Fashion, jangan harap kalian akan menemukan orang-orang yang berpakaian high fashion berkeliaran di jalanan Paris. Ingat, jangan punya ekspektasi yang terlalu tinggi, atau kalian hanya akan gigit jari saja.

*             *             *             *             *

Akses dan Orientasi

 

  • Menuju Paris

Jika menggunakan jalur udara, kalian dapat mendarat di salah satu dari 3 bandara internasional yang terdekat dengan Paris: Charles de Gaulle International Airport (Roissy), Orly International Airport, dan Beauvais (Aéroport de Beauvais Tillé).

Charles de Gaulle International Airport merupakan bandara utama untuk mencapai Paris. Bandara ini terletak di Timur Laut kota Paris, dan memiliki 3 terminal. Jika mendarat di bandara ini, kalian dapat menggunakan kereta komuter RER (dari terminal 3) , dan kereta ini akan berhenti di beberapa stasiun seperti Gare du Nord, Châtelet-Les Halles, dan lainnya.

Untuk memastikan kalian naik kereta yang tepat, perhatikan tanda “RER B” atau “All trains go to Paris”. Hanya saja, karena banyaknya kasus pencopetan yang menimpa wisatawan di dalam kereta komuter ini, lebih disarankan untuk menggunakan bus atau taksi. Resikonya, perjalanan mungkin akan terasa lebih lama karena lalu lintas Paris bisa sangat padat, terutama pada jam-jam tertentu.

Orly International Airport lebih banyak melayani penerbangan domestik. Untuk penerbangan internasional, biasanya hanya maskapai Eropa saja yang mendarat disini. juga dilayani oleh komuter RER-B menuju ke Saint-Rémy-les-Chevreuse.

Namun kalian juga dapat menggunakan OrlyBus untuk mencapai Paris (jarak tempuh kurang lebih 30 menit), dengan tarif kurang lebih €7.70. Alternatif lainnya, kalian dapat menggunakan bus 183 (dari depan Terminal Sud). Tarifnya kira-kira 2 Euro, namun lama perjalanannya kurang lebih 50 menit untuk mencapai Paris.

Sedangkan Beauvais merupakan bandara terkecil dari ketiga bandara di Paris, dan melayani penerbangan low-cost carriers. Dari bandara ini, kalian memerlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan bus, dengan tarifnya berkisar antara €15,90-17.

  • Orientasi di Paris

Paris cukup mudah dan nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Selain itu, dengan berjalan kaki, wisatawan dapat menikmati suasana Paris yang sesungguhnya, yang mungkin tidak bisa dilihat jika bepergian dengan menggunakan metro maupun bus. Alternatif lainnya, wisatawan disarankan menggunakan metro, yang digadang-gadang menjadi cara termudah kedua (setelah jalan kaki) untuk menjelajah Paris. Selain itu, wisatawan juga bisa menyewa sepeda, walau perlu diketahui tidak semua jalanan di Paris ramah terhadap pengendara sepeda.

Sebetulnya, masih ada cara lain yang bisa digunakan untuk menjelajah Paris, yaitu dengan naik bus, taksi, maupun menyewa mobil. Hanya saja, mengingat Paris pun tak luput dari masalah kemacetan lalu lintas, waktu tempuhnya bisa lebih lama dibandingkan dengan jalan kaki, naik metro, maupun naik sepeda.

***

Note:

Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) tanpa editan tambahan lain selain proses resizing.

 

baca juga :

Honeymoon ke Paris, Cicipi Aneka Hotel dengan View Terbaik ke Menara Eiffel. Romantis Abis!

7 Hotel Budget di Paris yang Rate-nya Cocok Banget Untuk Backpackers

Budget Traveling ke Disneyland Paris, Nginapnya di Hotel-Hotel Berikut Ini Saja!

Comments

comments