Saya selalu tertarik untuk melakukan browsing tentang wisata hemat ke Jepang. Salah satu penyebabnya adalah rencana untuk melakukan wisata ke Jepang pada tahun 2016, tentunya jika tak ada aral melintang. Kemungkinan besar tipe trip yang akan dilakukan adalah family trip kategori budget travel (maklum, rombongannya agak banyak haha), jadi segala sesuatu yang bertema “Jepang” dan “hemat” sangat menarik perhatian saya.

Walau 2016 masih 2 tahun lagi, sudah ada beberapa survey yang saya lakukan mulai dari akomodasi, transportasi, tempat wisata, hingga makanan. Tentunya selama masih memiliki asosiasi dengan kata â”hemat” dan “budget travel”.

Berhubung tips makan hemat di Jepang sudah pernah saya tulis disini, kali ini saya ingin membagi aneka info yang bisa saya kumpulkan seputar akomodasi hemat di Jepang. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu Jalan2ers lain yang juga mencari informasi akomodasi murah meriah di Jepang. Oya, di tulisan ini saya nggak akan menjelaskan terlalu detail tentang masing-masing tipe akomodasi yang dimaksud, dan hanya mengulas beberapa jenis akomodasi yang terbilang hemat saja.

Kelas: Gratis hingga sangat murah

(mulai dari 0 hingga ¥800-1000/orang)

Camping

Bagi yang memang berniat untuk backpacking, camping bisa jadi sebuah pilihan murah meriah. Beberapa tempat camping legal dapat diakses dengan harga yang lumayan miring, mulai dari ¥200/malam. Aktifitas camping ini sangat cocok dilakukan pada musim panas, dan sebaiknya jangan lakukan di musim dingin. Salah satu tempat camping di Tokyo adalah di Wakasu Park.

Couch Surfing

Beberapa situs (salah satunya situs ini) menawarkan kesempatan menjalin pertemanan dengan member dari negara lain yang berujung pada pertukaran kesempatan menginap gratis. Jika Anda suka berkenalan dengan orang baru dan tak keberatan menginap di tempat orang asing, cara ini menarik juga untuk dicoba.

Mengikuti program WWOOF Japan

Program ini juga menarik untuk dilakukan oleh wisatawan yang tak keberatan bekerja 4-6 jam/hari demi makan dan tidur gratis. Detail lebih lengkap akan saya tulis terpisah. [update: bisa dibaca disini]

Menginap di Rider’s House

Tempat menginap ini favorit disinggahi oleh pemotor maupun pesepeda yang sedang dalam perjalanan. Harganya memang relatif murah, ada yang mulai di kisaran ¥300. Sayangnya di tempat-tempat yang cenderung terpencil, informasi dalam bahasa Inggris sangat terbatas dan menyulitkan wisatawan yang sama sekali tak bisa berbahasa Jepang.

Tidur di perjalanan (bus malam, kereta malam, ferry)

Salah satu cara menghemat akomodasi adalah tidur selama perjalanan menuju kota tujuan berikutnya. Jadi jika ingin mengunjungi 2 kota atau lebih, pilih moda transportasi yang berjalan di malam hari. Anda tak perlu bayar biaya akomodasi, tentunya selama nggak keberatan tidur dalam kendaraan ya..

Camping di Jepang [foto: MrHicks46] via creative commons
Camping di Jepang [foto: MrHicks46] via creative commons

Kelas: Relatif Murah atau Harga Hemat

(mulai ¥1000-3500/orang)

Internet Café, Manga Café, Karaoke

Oke, menginap di warnet/manga café/tempat karaoke mungkin bukan tipe akomodasi yang biasa dipilih oleh wisatawan. Tapi percaya atau tidak, tidur di warnet/manga café/karaoke ternyata lebih nyaman dari yang diduga. Banyak warnet/manga café/karaoke yang buka selama 24 jam dan menawarkan paket hemat jika membayar untuk beberapa jam sekaligus. Ruangannya pun rata-rata dirancang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas minum sepuasnya, cemilan, plus kamar mandi gratis. Jadi, backpackers, jika ingin menginap hemat tanpa harus berjibaku di ruang outdoor, Anda bisa mempertimbangkan pilihan akomodasi ini.

Iklan warnet di Jepang [foto: Gavin Anderson] via creative commons
Iklan warnet di Jepang [foto: Gavin Anderson] via creative commons
Interior salah satu warnet [foto: MrHicks46] via creative commons
Interior salah satu warnet [foto: MrHicks46] via creative commons
 

Hostel/Youth Hostel, Dormitory

Hostel maupun dormitory bisa menjadi pilihan akomodasi hemat selama Anda tak keberatan berbagi ruang dengan orang lain yang tak dikenal sebelumnya. Cocok bagi Anda yang suka bertemu dengan orang baru, namun kurang cocok bagi yang menginginkan privasi lebih.

Pemandian 24 Jam

Di kota besar biasanya terdapat pemandian umum yang buka 24 jam. Tak sedikit tempat mandi tersebut yang dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, atau bahkan ruang privat untuk beristirahat. Salah satu pemandian 24 jam yang memiliki fasilitas menarik adalah LaQua Spa di Tokyo Dome City.

Capsule Hotel

Ruangan hotel kapsul memang nggak seluas kamar tidur hotel. Tapi jangan salah, kamar di hotel kapsul ternyata cukup nyaman lho. Cocok dicoba bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya, namun kurang cocok bagi penderita klaustropobhia maupun jika memiliki postur terlalu tinggi.

Hotel Kapsul [foto: Simonhn] via creative commons
Hotel Kapsul [foto: Simonhn] via creative commons
Kamar hotel kapsul [foto: Lhoon] via creative commons
Kamar hotel kapsul [foto: Lhoon] via creative commons

Kelas: Harga Menengah

(mulai ¥3600-8000/orang)

Business Hotels, Economy Hotel

Kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, maupun Nagoya biasanya memiliki hotel kelas bisnis maupun ekonomi. Kamarnya rata-rata relatif nyaman dan mayoritas dirancang untuk menunjang aktifitas bisnis, seperti dilengkapi internet dan AC.

Ryokan, Minshuku, Pensions

Ryokan (penginapan tradisional Jepang) biasanya identik dengan kata “mahal”. Namun ada juga ryokan murah meriah yang menawarkan harga mulai di kisaran ¥5000/orang. Minshuku juga menawarkan akomodasi ala Jepang, namun lebih murah dari ryokan karena biasanya penginapan ini dikelola oleh keluarga. Sedangkan pension, sama seperti minshuku, juga dikelola oleh keluarga. Hanya saja model kamarnya ala western.

Ruang makan di sebuah ryokan [foto: Esme_vos] via creative commons
Ruang makan di sebuah ryokan [foto: Esme_vos] via creative commons
Minshuku di Narai [foto: Macknz.smith] via creative commons
Minshuku di Narai [foto: Macknz.smith] via creative commons
Menginap di Kuil

Anda nggak salah baca kok. Ya betul, menginap di kuil (shukubo) memang bisa dilakukan di kuil tertentu. Hanya saja harus jeli sebelum memutuskan untuk melakukan shukubo. Beberapa kuil menawarkan penginapan yang relatif terjangkau, namun sebagian lainnya menawarkan harga yang setara (bahkan lebih) dari hotel berbintang. Banyak detail menarik dari acara menginap di kuil ini, jadi mungkin akan saya tulis terpisah.

Taman, via agoda
Taman, via agoda

Love Hotels

Biasanya, Love Hotel a.k.a hotel cinta ini mematok tarif per-kamar per-malam (ada juga yang menawarkan short time). Jadi tempat ini bukan pilihan hemat jika Anda pergi sendiri, namun cukup hemat jika pergi berdua atau lebih. Menginap di Love Hotel juga bisa menjadi pengalaman tersendiri lho, mengingat banyaknya fitur yang membedakannya dengan hotel biasa (plus desainnya yang kadang-kadang berselera unik).

Weekly/Monthly Apartment

Nah, yang ini cocok bagi wisatawan yang ingin tinggal dalam jangka waktu agak lama. Harga per-bulannya memang sekilas agak tinggi. Namun jika biasanya weekly/monthly apartment juga bisa disewa harian dan harganya lebih miring dibanding hotel biasa.

Masih ingin tahu apa saja yang hemat-hemat di Jepang? Tunggu tulisan saya berikutnya ya..
PS: yang punya pengalaman dengan travel hemat di Jepang, monggo ditunggu sharingnya..

Comments

comments