Thailand Untuk Pemula (part 1): 10 Kota Populer yang Wajib Dikunjungi

Pariwisata Thailand cukup lekat dengan beberapa nama kota populernya, seperti Bangkok, Pattaya, Ayutthaya, maupun Chiang Mai. Kota-kota tersebut memang sudah sangat populer sebagai destinasi wisata utama di Thailand, terutama bagi wisatawan asing yang mencari kombinasi antara kesenangan dan petualangan di siang hari, dan meriahnya kehidupan malam dengan berbagai party-nya.

Namun, tak semua wisatawan menyukai suasana hingar bingar nan meriah. Tak sedikit wisatawan yang justru lebih memilih untuk melangkahkan kakinya menuju kota-kota yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu populer, namun tetap menyimpan daya tarik yang sebetulnya tak kalah dengan berbagai destinasi mainstream.

Tak sedikit pula wisatawan yang menemukan kesenangan menjelajah aneka hidden gems di kota-kota semi-mainstream tersebut, yang malah memberikan pengalaman wisata ekstra dibanding sekedar ikut berjemur bersama ratusan turis lainnya di pantai-pantai Pattaya.

Khusus untuk kalian, first time traveller ke Thailand yang lebih suka menjelajah berbagai kota semi-mainstream, kalian dapat menyimak beberapa rekomendasinya berikut ini. Siapa tahu di antara daftar berikut ini ada kota-kota yang sanggup membuat kalian jatuh cinta.

 

1. Pai

Pai
Pai, via news.packist

Oke, Pai ini sebetulnya nggak sepenuhnya bisa disebut sebagai destinasi wisata semi-mainstream. Pada kenyataannya, kota kecil ini cukup populer dikunjungi oleh para backpacker. Bahkan, bisa dibilang kalau Pai ini layak disebut sebagai salah satu surga bagi backpacker yang berencana menjelajah Thailand, dan kini sudah mulai dijual sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Thailand.

Namun karena popularitas Pai masih kalah dibanding Bangkok, Pattaya, maupun Phuket; serta karena Pai masih kurang populer bagi wisatawan non-backpacker, maka kota ini masih bisa disebut sebagai salah satu destinasi semi-mainstream di Thailand.

Pai sendiri terletak di antara kota Chiang Mai dan Mae Hong Son. Kota ini terkenal akan suasananya yang tenang dan santai, serta kesan hippies-nya yang cukup kuat. Beberapa wisatawan yang pernah mengunjungi tempat ini bahkan melukiskan Pai sebagai tempat yang mengalami perputaran waktu cukup lambat.

Pai pun memiliki banyak akomodasi murah meriah, restoran murah, dan tentu saja berbagai tempat belanja yang murah meriah. Itulah sebagian daya tarik Pai yang membuat kota ini menarik bagi para backpackers.

Dewasa ini, seiring dengan meningkatnya popularitas Pai, kota kecil ini mulai mengalami perkembangan pembangunan. Beberapa resort, klub malam, dan aneka fasilitas publik lainnya mulai bisa ditemukan di kota ini, sehingga suasana Pai kini cukup jauh berbeda dibanding puluhan tahun silam.

Namun jangan khawatir, kalian masih bisa menemukan banyak spot menarik untuk dinikmati dalam suasana santai, tanpa perlu berdesakan dengan banyak turis. Kota yang terletak di area pegunungan ini memiliki banyak pemandangan indah, termasuk aneka hutannya, air terjun, gua, dan view ke arah kota yang bisa dinikmati dari ketinggian. Atau, jika kalian terlalu malas untuk menjelajah alam bebas, kalian tetap bisa melakukan beberapa hal menarik di kota ini, seperti mengikuti berbagai kelas yoga, maupun sekedar menyewa sepeda dan jalan-jalan keliling kota.

 

2. Kachanaburi

Kachanaburi
Kachanaburi, via time2trip

Kachanaburi merupakan nama sebuah kota kecil yang terletak di sebelah Barat Thailand. Walau kota ini tak sepopuler kota-kota tujuan wisata mainstream di Thailand, Kachanaburi ini lumayan menarik minat wisatawan, terutama bagi mereka yang tertarik dengan Perang Dunia II.

Ya, di Kachanaburi ini terdapat sebuah jalur kereta api yang menghubungkan Thanbyuzayat di Burma (sekarang Myanmar) dengan Ban Pong di Thailand. Jalur kereta sepanjang 415 kilometer tersebut dibangun pada masa Perang Dunia II, dan proses konstruksinya memakan korban hingga belasan ribu jiwa (bahkan lebih). Karenanya, jalur kereta tersebut kemudian dikenal dengan nama Death Railway, Burma Railway, dan sejenisnya.

Saat ini sebagian Death Railway yang melintasi Kachanaburi masih digunakan untuk lalu lintas lokal. Kalian dapat naik kereta setempat yang rutenya melewati jembatan di atas Sungai Kwai yang menjadi bagian dari Death Railway. Atau, kalian juga dapat berjalan melintasi jembatan itu, namun harus ekstra hati-hati.

Tenang, hanya ada dua kereta yang melintasi jembatan ini. Selama kalian tahu jadwalnya, semua akan baik-baik saja. Oya, di Kachanaburi pun terdapat beberapa museum, monumen, galeri seni, hingga pemakaman yang berkaitan dengan Perang Dunia II, dan cukup menarik untuk dikunjungi jika kalian termasuk pecinta sejarah.

Diluar hal-hal yang berkaitan dengan Perang Dunia II, Kachanaburi ini juga memiliki beberapa daya tarik lain. Kota ini memiliki beberapa Taman Nasional, beberapa air terjun, sumber air panas alami, dan juga kuil.

 

3. Hat Yai

Lanskap Hat Yai
Lanskap Hat Yai, via backpackies.wordpress

Berjarak 946 kilometer di sebelah selatan Bangkok, terdapat sebuah kota bernama Hat Yai yang menjadi pintu masuk utama bagi mereka yang datang dari Malaysia dan Singapura menuju Thailand (terutama bagi yang menggunakan jalan darat), dan sebaliknya. Kota ini juga menjadi salah satu tempat pemberhentian penting bagi muslim di Malaysia yang tengah menuju Mekah.

Hat Yai merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Songkhla, sekaligus kota metropolitan terbesar ketiga di Thailand. Menariknya, di Hat Yai ini kalian akan jarang menemukan wisatawan dari Barat, karena kota ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Malaysia dan Singapura. Jadi, jangan heran kalau harga-harga di Hat Yai ini relatif lebih tinggi dibanding kota lainnya di Thailand karena menyesuaikan dengan daya beli wisatawan dari kedua negara tersebut.

Untuk masalah pariwisata, Hat Yai ini sebetulnya tidak menawarkan obyek wisata yang betul-betul major. Namun kota ini tetap saja cukup menarik untuk dikunjungi karena atmosfirnya yang cukup berbeda dengan kota lain di Thailand.

Di Hat Yai, kalian dapat menemukan suasana ala kota metropolitan, dengan berbagai pusat perbelanjaannya; namun terasa ada pengaruh dari unsur Cina dan Melayu yang cukup kuat di kota tersebut. Dengan kata lain, pergi ke Hat Yai dapat membuat kalian melihat wajah lain dari Thailand yang jarang dilihat di kota lain.

 

4. Krabi

Kuil Wat Kaew Korawaram Temple di Krabi
Kuil Wat Kaew Korawaram Temple di Krabi, via traveldreams

Krabi merupakan ibu kota dari Provinsi Krabi. Walau statusnya merupakan ibu kota provinsi, kota Krabi ini memiliki atmosfir yang cukup menyenangkan, terlebih karena ukuran kotanya yang memang tidak terlalu besar. Banyak wisatawan suka mengunjungi kota ini untuk menikmati suasananya yang relatif tenang, berbeda dengan kebanyakan kota wisata lainnya yang cenderung ramai.

Tak sedikit pula wisatawan yang suka menjadikan kota Krabi ini sebagai basecamp untuk menjelajah provinsi Krabi, maupun sebagai tempat singgah sementara sebelum meneruskan perjalanan menuju Had Yao, Ao Nang, maupun Rai Leh.

 

5. Mae Sot

Perkampungan pengungsi di Mae Sot
Perkampungan pengungsi di Mae Sot, via Latterly

Mae Sot ini sejatinya adalah nama sebuah distrik yang berada di perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Otomatis kota yang berada di Provinsi Tak ini menjadi salah satu gerbang utama antara Thailand dan Myanmar.

Jadi jangan heran kalau di Mae Sot ini suasananya cukup khas, karena di distrik ini terdapat cukup banyak populasi migran dan pelarian dari Myanmar. Perdagangan permata, begitu juga dengan pasar gelap yang melibatkan sejumlah transaksi ilegal (termasuk perdagangan manusia dan obat terlarang) pun bisa ditemukan di Mae Sot.

Walau begitu, Mae Sot ini cukup dikunjungi oleh wisatawan yang memang ingin mencari suasana wisata yang berbeda. Distrik ini memiliki atmosfir yang unik karena terdiri dari campuran dari berbagai budaya. Kalian dapat menemukan berbagai toko yang menjual souvenir unik hasil perpaduan dari berbagai budaya.

Keunikan tersebut juga bisa dilihat dari segi kulinernya, karena di Mae Sot ini kalian dapat menemukan aneka kuliner hasil perpaduan antara kuliner Thailand, Myanmar, dan India. Mae Sot juga ideal untuk dikunjungi oleh kalian yang berencana meneruskan perjalanan ke Myanmar.

 

6. Nong Khai

Sala Keoku
Sala Keoku, via thailandneo

Beralih ke wilayah Isaan di Timur Laut Thailand, ada kota Nong Khai yang cukup menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Nong Khai merupakan sebuah kota yang menjadi ibu kota provinsi Nong Khai. Posisi kota ini terletak di sekitar Sungai Mekong, dan dikenal juga sebagai Kota Naga. Kota ini ideal dikunjungi oleh kalian yang berencana meneruskan perjalanan ke Laos maupun Vientiane.

Nong Khai memiliki beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling populer adalah Sala Keoku (atau Wat Khaek), yaitu sebuah taman yang memiliki banyak patung berukuran besar. Beberapa bahkan memiliki tinggi lebih dari 20 meter. Kota ini pun memiliki beberapa kuil populer, akuarium, serta pasar.

Namun, tak sedikit juga yang menganggap jika daya tarik lain dari Nong Khai terletak pada banyaknya event dan festival yang digelar sepanjang tahun, seperti Rocket Festivals, Song Kran, The Candle Festival, Maekong Fireballs, The Anou Savari Festival, The Rowing Festival, Loy Kratong, hingga Chinese Festival. Jika kalian serius ingin pergi ke Nong Khai, tak ada salahnya datang ke kota ini tepat pada saat pelaksanaan festival digelar.

 

7. Phetchaburi

Sebuah gua di Petchaburi
Sebuah gua di Petchaburi, via datofarm

Phetchaburi merupakan nama sebuah kota yang menjadi ibu kota dari Provinsi Phetchaburi. Kota yang berjarak 130 kilometer dari Bangkok ini sangat diminati oleh mereka yang menyukai suasana kota lama. Ya, Phetchaburi ini memang termasuk salah satu kota tertua di Thailand, dan sudah tercatat dalam sejarah sejak abad ke-8. Karenanya, tak heran jika kota ini memiliki banyak artefak kuno, termasuk sejumlah kuil, gedung-gedung dengan gaya arsitektur jadul yang menarik, serta bangunan istana.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan di kota ini?

Pecandu arsitektur kuno dan pecinta suasana masa lalu biasanya suka mengelilingi kota dengan berbagai cara, mulai dari naik Tuk Tuk, ojek, maupun menyewa kendaraan. Kota ini memang memiliki banyak bangunan jadul yang masih terawat apik hingga kini. Namun tentu saja salah satu high light wisata di kota ini adalah Khao Wang, kompleks istana lama yang terletak di pegunungan dan memiliki beberapa bangunan menarik seperti museum, kuil, dan aneka stupa.

Atau, kalian juga bisa menjelajah Khao Loung Caves, 2 gua raksasa yang berada di sisi utara Petchaburi. Kedua gua tersebut memiliki beberapa fitur menarik. Gua pertama dipenuhi dengan stalaktit, dengan banyak patung Buddha diantaranya; sementara gua kedua ditumbuhi pohon berusia 300 tahun di bagian dalamnya.

 

8. Trang

Trang City Hall
Trang City Hall, via Oatz/wikimedia commons

Trang adalah ibu kota dari Provinsi Trang, dan jaraknya kurang lebih 839 kilometer dari Bangkok (ke arah Selatan). Kota yang terletak di Andaman Coast ini termasuk salah satu kota yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Musim penghujan biasa terjadi antara bulan Mei hingga Juni, sementara musim panas ‘hanya’ terjadi pada bulan Februari-April saja.

Jika ditanya apa daya tarik dari Trang, biasanya wisatawan yang pernah mengunjungi kota tersebut akan menyebut Trang sebagai kota yang menyenangkan, dengan penduduk setempat yang ramah, dan kulinernya yang lezat. Kota ini juga memiliki pantai berpasir putih yang indah, dan pasar malam yang menarik untuk dijelajahi.

Selain itu, Trang juga memiliki banyak kuil, gua, air terjun, serta beberapa pulau yang bisa di akses dengan menggunakan perahu. Ingin melakukan snorkeling maupun scuba diving? Kalian pun bisa melakukan itu di Trang!

 

9. Lampang

Bagian dari Chalermprakiat Temple di Pu Yak, Lampang
Bagian dari Chalermprakiat Temple di Pu Yak, Lampang, via edition.cnn

Lampang, atau biasa disebut sebagai Nakhon Lampang, adalah ibu kota provinsi Lampang yang berjarak 601 kilometer di sisi utara Bangkok. Sedangkan jika kalian berkendara dari Chiang Mai, kalian hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan untuk mencapai kota yang berjarak 101 kilometer di sisi tenggara Chiang Mai tersebut.

Sebagai ibu kota provinsi, Lampang sekaligus menjadi kota terbesar ketiga di wilayah utara Thailand. Kota ini memiliki sejumlah pesona tersendiri, seperti adanya aneka kuil yang dibangun dengan gaya Myanmar, sejumlah kuil dengan sentuhan tradisional kuno, kendaraan sejenis becak-delman yang ditarik menggunakan kota, hingga obyek wisata populer seperti Thai Elephant Conservation Centre.

Oya, Lampang juga memiliki area kota tua dengan sejumlah bangunan dan reruntuhan yang cukup terjaga dengan baik, karena kota ini dulunya merupakan salah satu kota penting pada era Kerajaan Lanna.

Selain itu, Lampang juga menawarkan pesona keindahan alamnya. Kota yang terletak di lembah Sungai Wang ini memiliki area pegunungan, sejumlah air terjun, dan lima Taman Nasional. Sedangkan jika kalian mau bergerak sedikit ke arah luar kota Lampang menuju Pratu Pha, kira-kira 50 kilometer ke arah utara, terdapat sejumlah lukisan purba yang diperkirakan telah berusia 2000-3000 tahun yang lalu.

 

10. Hua Hin

Paviliun di Phraya Nakhon Cave
Paviliun di Phraya Nakhon Cave, via gripatrip

Last but not least, ada Hua Hin, sebuah kota resort tepi laut yang terletak di Provinsi Prachuap Khiri Khan. Kota ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam naik bus, dan populer dikunjungi oleh penduduk Bangkok yang ingin ‘kabur’ sejenak dari pusat kota, terutama saat akhir pekan tiba.

Image Hua Hin sebagai kota wisata populer sudah dimulai sejak awal tahun 1920-an. Pada masa-masa itu, keluarga raja membangun resort tepi laut sebagai tempat liburan bagi keluarga kerajaan. Lama kelamaan, perkampungan nelayan di wilayah tersebut berubah menjadi resort mewah dan selalu dikaitkan dengan keluarga raja dan bangsawan.

Beberapa peninggalan masa lalu yang masih bisa dilihat sampai saat ini antara lain Maruekhathaiyawan Palace, istana musim panas di tepi laut yang dibangun pada tahun 1920-an; serta Stasiun Hua Hin yang dibangun dengan sentuhan Thai dan sedikit nuansa Victorian.

Hua Hin memiliki sejumlah obyek wisata menarik, mulai dari pantai, kuil di atas gunung, gua alami, pasar tradisional, hingga berbagai fasilitas modern seperti pusat perbelanjaan modern, pusat perbelanjaan tematik, dan theme park.

Namun salah satu yang wajib dikunjungi adalah Phraya Nakhon Cave, gua dengan nuansa mistis yang memiliki paviliun emas dan hijau di bagian dalamnya. Sayang tak banyak wisatawan yang bisa memotret paviliun itu karena posisinya yang cukup sulit dijangkau. Hanya sedikit wisatawan yang punya kemauan keras saja yang pernah mengabadikan paviliun tersebut.

***

 

Note:
Foto diambil dari berbagai sumber tanpa ada editan tambahan selain proses resizing.

Comments

comments